Visioner.id Jakarta- Melihat capaian kepesertaan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, bisa dikatakan target BPJS sulit tercapai. Hal itu disampaikan oleh kordinator nasional (Kornas) MP BPJS, Hery Susanto dalam Rapat Koordinasi Wilayah MPBPJS Se-DKI Jakarta, Sabtu (18/6).
“Bagaimana BPJS mampu mencapai target dengan hanya 11 kanwi dan 120 kantor cabang bisa menopang target,”katanya.
Oleh karena itu, menurutnya diperlukan peran strategis civil society untuk membantu tercapainya target.
Apalagi saat ini Indonesia tengah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), hal itu menjadi tantangan tersendiri karena akan banyak tenaga kerja asing yang akan bermukim lama. Namun menurut Hery, jangan juga melupakan nasib TKI di luar negeri dalam memperoleh jaminan sosial.
“Sebagai negara yang banyak mengekspor tenaga kerja, maka bukan mustahil diperlukan pendampingan civil society bagi pekerja indonesia di luar negeri,”
Abdul Latif, selaku humas BPJS Ketenagakerjaan, yang juga bertindak sebagai pembicara dalam forum diskusi Rakorwil MPBPJS juga mendukung adanya peran serta semua pihak untuk memaksimalkan angka partisipasi masyarakat.
“Kita terbuka dan perlu bantuan seluruh lapisan masyarakat, seperti kalangan kampus, mahasiswa, dan ormas yang peduli. Apalagi BPJS ketenagakerjaan ini memerlukan pengawasan berlapis lapis, agar aman dana dari keringat pekerja,”pungkasnya.
Latif menambahkan, BPJS tenaga kerja menjangkau seluruh pekerja, jumlah pekerja saat ini tercatat 130 juta. Ini pekerjaan berat bagi bpjs tenaga kerja.
“Apalagi tidak mudah merangkul pekerja informal. Kalau untk pekerja formal tidak masalah karena bernaung di bawah lembaga.”tutupnya. (Vis/pi)

