Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Membedah Sosialisme Islam Ala Tjokroaminoto

by Redaksi
April 14, 2015
in Liputan Diskusi
Reading Time: 1min read
0
SHARES
42
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(GagasanIndonesia.com) Surabaya.- Bersamaan dengan diputarnya film Sang Guru Bangsa HOS. Tjokroaminoto diberbagai bioskop tanah air, Bibliopolis Book Review Surabaya menggelar diskusi buku ‘Islam dan Sosialisme’ karya tokoh kelahiran Madiun tersebut. Diskusi yang dihadiri oleh kalangan aktivis pergerakan ini disemangati oleh memudarnya semangat kalangan generasi muda untuk mengkaji kembali gagasan pendiri bangsa dari beberapa buku yang telah dituliskannya.

“Buku ini berisi pesan dakwah karena Tjokroaminoto kerap menyertakan ayat-ayat yang ada dalam Al-Qur’an untuk memperkuat gagasannya tentang adanya nilai sosialisme dalam Islam.”kata Imam Junaidi pereview dalam diskusi. Dalam buku tersebut, Tjokroaminoto menyitir ayat yang berbunyi ‘Kaanan nasu ummatan wahidatan’, sebuah ayat yang mengandung arti tentang persaudaraan antar umat manusia. Bagi Tjokroaminoto, sosialisme dalam Islam bukan hanya sekedar persoalan teori belaka. Namun sudah termanifestasikan dalam bentuk konkrit berupa kegiatan-kegiatan ritual yang dilakukan setiap harinya.

“Pertunjukan sosialisme dalam Islam, menurut Tjokroaminoto dalam buku ini, bisa dilihat dari pelaksanaan sholat jum’at, sholat Idul Fitri dan Idul Adha serta prosesi ibadah haji dan ibadah lainnya dalam Islam. Lewat ibadah-ibadah itu, tak ada perbedaan bagi kelompok kaya dan miskin. Semuanya sama”ujar aktivis kelahiran Jember tersebut.

Sosialisme sendiri dalam pengertian Tjokroaminoto adalah peraturan yang lebih mengutamakan persahabatan atau pertemanan dibandingkan dengan individualisme. Sedangkan komunisme dalam pandangan Tjokroaminoto bermakna peraturan yang menyerang kepemilikan seseorang.

Menurut Abdul Kariem, salah satu peserta diskusi, sangat berbeda sekali sosialisme yang diusung oleh Tjokroaminoto dalam buku tersebut dengan sosialisme yang diusung oleh sekalangan kelompok.komunis selama ini.

“Bagi kelompok komunis, perubahan untuk meniadakan sistem kelas dan menyamaratakan status sosial harus dan wajib dilakukan dengan jalan revolusi. Sedangkan menurut Tjokroaminoto, untuk perubahan sosial penyamarataan kelas bisa dilakukan dengan jalan memberi shodakoh dan zakat. Jadi sangat kontras sekali sosialisme dalam Islam dan sosialisme komunis” tambah alumnus Aqidah Filsafat UIN Surabaya ini. (Romadhon).

Previous Post

Gatot: Saatnya Melakukan Pembudayaan Pancasila

Next Post

Bibliopolis dan Fashionable Ideologi

Related Posts

Liputan Diskusi

Bagja dan Visi Politik Generasi Muda HMI: Membangun Pemahaman Dinamika Politik untuk Masa Depan Bangsa

Februari 23, 2025
Liputan Diskusi

Sosialisasi Empat Pilar: Primus Yustisio Tekankan Pentingnya Persatuan di Ciseeng

Desember 17, 2024
Liputan Diskusi

Pilkada DKI Jakarta 2024: Menguatkan Demokrasi dan Menjaga Persatuan Warga

November 24, 2024
Liputan Diskusi

Visioner Indonesia Apresiasi PT Timah Gelar Pendidikan Inklusif Untuk Disabilitas

Juli 26, 2024
Liputan Diskusi

HMI Gelar Diskusi Publik Transformasi Digital UMKM Jadi Prioritas Penguatan Fondasi Ekonomi

April 3, 2024
Diskusi Pemilu 2024, FIMC: Pentingnya Menjaga Marwah Para Paslon Capres-Cawapres
Liputan Diskusi

Diskusi Pemilu 2024, FIMC: Pentingnya Menjaga Marwah Para Paslon Capres-Cawapres

Februari 7, 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Sempu Bangun Soliditas dan Akselerasi Kinerja Kader Golkar

TERPOPULER

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Sempu Bangun Soliditas dan Akselerasi Kinerja Kader Golkar

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved