Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Gatot: Saatnya Melakukan Pembudayaan Pancasila

by Redaksi
April 10, 2015
in HUKUM
Reading Time: 1min read
0
SHARES
44
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(GagasanIndonesia.com). Trenggalek – maraknya gerakan radikalisme dan kriminalitas akhir-akhir ini menjadi momentum bersama untuk melakukan pembudayaan Pancasila. Demikian diungkapkan Gatot Sudjito dalam acara sosialisasai empat pilar di SMAN 1 Karangan, Trenggalek, Jawa Tengah yang dihadiri kurang lebih 500 peserta tersebut, hari ini (10/04/2015).

Dalam pidatonya, Gatot menyampaikan bahwa gerakan radikal dan berbagai kriminalitas sosial banyak masuk ke kelompok usia remaja. “Pembudayaan Pancasila ke kelompok-kelompok usia remaja perlu dilakukan, karena banyak mempengaruhi para remaja menjadi pelaku,” ujar anggota DPR tersebut.

Pembudayaan Pancasila perlu dilakukan agar nilai-nilai Pancasila masuk ke ruang-ruang budaya sehingga Pancasila dapat menjadi pijakan nilai berbangsa berngegara yang bersifat omni-present atau senantiasa hadir dimana saja. Bahkan, pembudayan Pancasila juga diperlukan untuk menghindari politisasi Pancasila oleh penguasa.

Sejarah bangsa mencatat, Pancasila pernah dijadikan penguasa sebagai alat ideologi untuk melanggengkan kekuasaan. Seorang Pancasilaias dipersempit maknanya sebagai orang yang patuh terhadap penguasa. Pancasila hanya alat ideologi penguasa untuk mendisiplinkan rakyatnya.

“Dulu, kita pernah mengalami fase dimana orang yang melawan pemerintah seringkali dicap sebagai anti-Pancasila,” ungkap Gatot. Efek yang muncul dengan menjadikan Pancasila sebagai alat ideologi kekuasaan penguasa, ketika penguasa itu tumbang, Pancasila pun tidak lagi dijadikan pedoman.

Dengan demikian, diharapkan strategi internalisasi Pancasila dengan melakukan pembudayaan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat merasuk ke kedalam tindakan berbangsa bernegara. Pembudayaan Pancasila ini, tidak hanya penting dilakukan di lingkungan anak remaja, tapi seluruh komponen masyarakat.

“Dengan melakukan pembudayaan Pancasila saya yakin tidak hanya dapat menekan gerakan radikalisme dan kriminalitas di tingkat anak-anak muda, tapi akan menciptakan budaya berbangsa dan bernegara yang luhur,” kata Gatot. [shofa]

Previous Post

Melawan Pers Melalui Pers

Next Post

Membedah Sosialisme Islam Ala Tjokroaminoto

Related Posts

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum
HUKUM

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Juli 21, 2026
Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung
HUKUM

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Juli 18, 2026
Alasan KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni
HUKUM

Alasan KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni

Juli 18, 2026
Polda Metro Jaya Tuntaskan Pelimpahan Don Ritto, JAN: “Publik Kini Percaya pada Polri”
HUKUM

Polda Metro Jaya Tuntaskan Pelimpahan Don Ritto, JAN: “Publik Kini Percaya pada Polri”

Juli 17, 2026
JAN Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Teror Bom di SD Jaksel: Anak-anak Tetap Aman
HUKUM

JAN Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Teror Bom di SD Jaksel: Anak-anak Tetap Aman

Juli 13, 2026
JAN Apresiasi Polda Jatim dan BNN Gagalkan 3,37 Ton Ganja Vape, Selamatkan 10 Juta Jiwa
HUKUM

JAN Apresiasi Polda Jatim dan BNN Gagalkan 3,37 Ton Ganja Vape, Selamatkan 10 Juta Jiwa

Juli 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

TERPOPULER

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved