Gelombang besar pengungsi Rohingya yang datang ke Indonesia, tepatnya di daerah Aceh dan Sumatera Utara harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Langkah cepat harus diambil untuk kelangsungan hidup korban kejahatan kemanusiaan oleh kelompok mayoritas di Myanmar ini.
Kelompok muslim minoritas yang memilih mengarungi lautan tanpa tujuan yang jelas untuk mencari kehidupan yang lebih baik ini, menurut politisi Partai Gerindra Ahmad Muzani, harus diberikan tempat penampungan khusus berupa pulau kosong di Indonesia. Anggota Komisi I DPR RI ini mengatakan, Indonesia tidak mungkin mengusir para pengungsi tersebut dari tanah serambi mekah. “Sudah diterima. Di satu sisi bisa menjadi beban. Kita enggak bisa usir. Harus dicari jalan,” katanya menegaskan.
“Saya mengusulkan pemerintah harus menyediakan sebuah tempat atau pulau untuk menampung mereka. Namun masalah dana harus sepengetahuan lembaga donor internasional dan PBB, khususnya UNHCR yang membidangi masalah pengungsi ini,” kata Muzani, di komplek Senayan, Senin (1/6).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra ini menyarankan pemerintah Jokowi JK di Kabinet Kerja harus mencontoh kebijakan pemerintahan order baru yang menampung pengungsi Vietnam di pulau Galang, Kepulauan Riau, selama negara tempat mereka kembali belum berstatus aman untuk ditinggali.
Soeharto Pernah Beri Pulau Kosong di Indonesia Untuk Pengungsi
“Pada zaman Pak Harto, Pemerintah Indonesia menempatkan mereka di Pulau Galang. Di sana mereka bebas beraktifitas dan menetap di pulau tersebut sampai situasi di negara mereka aman. Saat ini Pulau Galang dijadikan obyek wisata di kawasan tersebut,” katanya seperti dilansir laman Kompas.
Muzani mengatakan, pemerintah semestinya mencarikan pulau kosong di Indonesia dan menampung semua pengungsi yang berasal dari Rohingya, Myanmar dan Bangladesh itu. Anggota dewan itu juga mengatakan, ada hal positif yang bisa didapatkan Indonesia ketika menyediakan para pengungsi tersebut sebuah pulau.
“Pulau kosong yang ditempati pengungsi asal Vietnam dulu kini jadi tempat wisata. Karena orang-orang Vietnam yang dulu pernah mengungsi di pulau itu maupun keluarganya banyak yang datang berkunjung ke tempat bersejarah buat mereka,” katanya.
Apabila pemerintah telah menyediakan pulau kosong di Indonesia untuk ditempati para pengungsi tersebut, maka pendanaan harus dikordinasikan UNHCR. “Indonesia menyediakan tempat, sedangkan kebutuhan lain, itu akan ditangani UNHCR,” kata Muzani.
Menurut data yang terhimpung saat ini, pengungsi Bangladesh berjumlah 720 orang, dan pengungsi Rohingya berjumlah 1.062 orang.




