Pemimpin Korea Utara memang benar-benar ‘kejam’ dalam menegakkan tata kesopanan di negaranya. Pertengahan bulan kemarin, Menteri Pertahanan Korea Utara Hyon Yong Chol (66) dihukum mati hanya karena hal yang sepele, yaitu tertidur dalam sebuah acara yang dihadiri Kim.
Namun, menurut hukum di negara itu, tindakan kelalaian sang menteri merupakan sebuah pengkhianatan dan menunjukkan rasa tidak hormat pada Kim Jong Un.
Dinas Intelijen Korea Selatan (NIS) mengutip laman Kompas menjelaskan kepada politisi setempat, bahwa Yong Chol dieksekusi dengan cara ditembak menggunakan senjata anti-serangan udara. Namun, Komite HAM untuk Korea Utara (HRNK) mengatakan, penembakan itu pasti dilakukan menggunakan senjata yang sangat kuat. Senjata yang digunakan adalah ZPU-4. Senjata ini memiliki kekuatan tembakan hingga delapan kilometer, namun saat eksekusi hanya berjarak 30 meter.
HRNK juga menyebutkan bahwa menteri tersebut belum genap satu tahun berada di pemerintahan Kim, namun memang sudah beberapa kali mengabaikan perintah dari sang pemimpin diktator. Kim Jong Un memang sering memerintahkan anak buahnya untuk menghukum mati siapa saja yang menentang pemerintahannya itu.
Kim Jong Un Hukum Mati Pejabatnya Tanpa Proses Hukum
Pada tahun 2015 ini saja, setidaknya sudah 15 orang pejabat yang dihukum mati sesuai perintah Kim seperti dikatakan NIS. Salah satu hukuman mati yang tersebar dan ke seluruh dunia adalah, ketika Kim menghukum pamannya sendiri Jang Song Taek.
Orang yang kerap diasosiasikan sebagai sosok kedua di Korea Utara itu dituduh Kim melakukan pengkhianatan dan menggunakan obat-obatan terlarang. Selain itu Jang juga dikatakan sering main perempuan dan berjudi.
Korea Utara memang memiliki pemerintahan yang otoriter dan pemimpin yang diktator. Bahkan rata-rata mereka yang dihukum mati di negara itu tidak melalui proses hukum yang jelas.
Indonesia sendiri sebenarnya mengalami masa kepemimpinan yang otoriter pada masa Presiden Soeharto, meski tidak ekstrim seperti yang terjadi di negara berpaham komunis Korea Utara. Di sana presiden sudah dianggap sebagai sosok yang sangat agung. Menentang pemimpin, berarti harus siap dijatuhi hukuman mati yang dialami Yong Chol.




