Untuk kali pertama Jepang kembali mengaktifkan reaktor nuklir. Reaktor nuklir diaktifkan di bawah standar keamanan baru setelah peristiwa Fukushima pada 2011. Namun, keputusan Pemerintah Jepang Bangun Nuklir mendapat protes dari warga.
Pemerintah Jepang Bangun Nuklir mulai mengoperasikan reaktor nuklir melalui Kyushu Electric Power, Namun Demonstrasi mengiringi pengoperasian tersebut. Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dan banyak industri Jepang menginginkan reaktor nuklir kembali diaktifkan untuk memangkas impor bahan bakar.
Perdana Menteri (PM) Jepang mengatakan hanya reaktor yang melalui standar regulasi terketat di dunia yang bakal diizinkan kembali beroperasi. Meski demikian, hasil jajak pendapat menunjukkan mayoritas masyarakat menentang langkah Pemerintah Jepang Bangun Nuklir tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Atom Jepang mengatakan bahwa aturan keamanan baru berarti tidak terulangnya peristiwa Fukushima. Namun, banyak warga tidak yakin.Sejumlah demonstran menggelar aksi di luar pabrik nuklir di Sinai. Mantan PM Jepang, Naoto Kan, turut ambil bagian dalam demontrasi itu.
Naoto Kan dengan lantang menentang penggunaan energi atom. Tentangan tersebut digemakan pendemo lainnya. “Kehidupan manusia dan alam yang lebih berharga dari ekonomi,” ucap seorang perempuan dalam aksi itu, seperti dilansir Reuters, Rabu (12/8/2015).
Sedangkan Shouhei Nomura, mantan pekerja pabrik nuklir, turut dalam barisan yang mengoarkan tentangan penggunaan tenaga atom. “Anda perlu mengubah di mana Anda mengevakuasi bergantung pada arah angin. Rencana evakuasi saat ini adalah omong kosong,” kata Nomura.
Demo penolakan selain di Sandai, demonstrasi menentang penggunaan energi atom juga terjadi di kediamanan PM Abe di Tokyo. Kebocoran reaktor nuklir Fukushima menyebabkan kebocoran bahan radioaktif, dan memaksa 160.000 orang mengungsi dengan banyak di antaranya tidak kembali.
Dua reaktor telah beroperasi di bawah standar lama pada 2012, tapi seluruh sektor telah ditutup sejak September 2013. Hal itu memaksa Jepang mengimpor gas alam cair dengan harga mahal.






