Visioner.id, Jakarta – Pengurus Besar IKAMI Sulsel Tahun 2020-2022 yang di pimpin langsung oleh Rahmat Al Kahfi dalam agenda Ngobrol Perkara Energi (Ngopi) yakni topic tentang tata kelola energi dan sumber daya mineral. Keynote Speaker yakni Johan NB Nababan yang sebagai Direktur PT. Timah Industri.
Dalam diskusi melalui virtual zoom itu Johan NB Nababan mengungkapkan bahwa nikel hanya ada di Sulsel, Sulawesi Tenggara dan Maluku Tenggara. Nikel adalah bahan anti karat. Bauksit ada di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sedangkan emas hampir ada di seluruh Indonesia. Inilah yang disadari oleh pemerintah untuk bagaimana mengelolanya dengan sebermanfaat mungkin agar mencapai hasil diinginkan. Ungkap Dirut PT. Timah Industri Johan NB Nababan.
Dikatakan oleh Dirut PT. Timah Industri banyak pihak tidak mengetahui bahwa hilirisasi mineral sudah dirancang sejak masa order lama dulu sejak kedatangan Presiden RI yang ke-1 Bung Karno yang mengunjungi Pabrik Stainless Steel (SS) Ansteel di anhui oleh Republik rakyat China pada tahun 1956 dan pada saat itulah Bung Karno berpidato di depan buruh dan manajemen Pabrik SS.
“Dunia sepakat untuk fokus dalam konsen bahan alam nikel ini. Batu bara dan minyak bumi kini sudah mulai berkurang, karena nikel sekarang itu memiliki kandungan litium yang dimana dapat menyiman sebuah energi baterai listrik. Tentu ini mampu memberikan efek ke depan untuk seluruh dunia khususnya Indonesia.” Terang Johan NB Nababan yang sebagai Direktur Utama PT. Timah Industri.
Indonesia hari ini perlu hilirisasi energi, dan hari ini akhir tahun 2020 dimana Indonesia akan memasuki tahun 2021 tentunya perlu memberdayakan aspek mineral agar mampu mencipatakan pembaharuan energi yang ke depan mampu memberikan penyimpanan energi untuk Indonesia tercinta. Katanya melalui virtual zoom dengan topic tata kelola energi dan sumber daya mineral. Pada hari Sabtu, (19/12/2020).
Berdasarkan data dari kementrian didapatkan bahwa porsi energi baru (EBT) dalam baruan energi nasional hingga semester pertama 2020 baru mencapai 9,15% dan target 23% pada tahun 2025. Besarnya jarak antara target yang ingin dicapai dengan kondisi saat ini, mengindisikan bahwa pemerintah harus mampu melakukan transformasi energi dan start lebih duluan untuk maju mencapai target tersebut. Dan ternyata masih banyak energi kita yang belum terberdayakan secara optimal. Terang Johan NB Nababan yang sebagai Dirut PT. Timah Industri.
Lanjut Johan NB Nababan, daerah Sulsel kalau mampu di kelola dengan baik energinya itu mampu menerangi daerah Sulsel hingga Sulselbar. Karena kita punya energi besar yang terkandung di negara kita ini. Di daerah-daerah Indonesia pun energi nikel apa lagi berbicara uranium yang sangat panjang hampir habisnya kalau ini kita mampu menggagas dan menciptakan pabrik pengelolaan daya simpan energi listrik, tentu energi ini mampu menjadi sebuah matahari bagi seluruh Negara Indonesia. Tambahnya.
“Saya ini jurusan ekonomi, tapi saya belajar otodidak tentang hilirisasi mineral dan sekarang saya dipercayakan jadi Dirut PT. Timah Industri. Maksud saya teman-teman milenial ini walaupun jurusan tidak sesuai, tapi ayo belajar hal-hal baru, karena sekarang dunia sedang hebo-hebohnya membahas terkait hilirisasi mineral tambang.” Jadi jangan pernah berfikir pesimis untuk maju. Selama bermanfaat maka lakukanlah. Harapnya.(*).


