
Jakarta,– Gagas Nusantara menyampaikan dukungan terhadap komitmen PT Pertamina (Persero) dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Transformasi yang dilakukan melalui strategi holding dan subholding dinilai sebagai langkah yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat pencapaian target energi nasional.
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, mengapresiasi langkah Pertamina dalam menyiapkan kebutuhan energi masyarakat dari hulu hingga hilir. Menurutnya, peran Pertamina yang mengelola 69 persen produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas domestik membuktikan bahwa perusahaan ini memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan energi.
“Komitmen Pertamina dalam mengoptimalkan produksi minyak dan gas serta memperluas distribusi BBM dan LPG patut didukung. Hal ini tidak hanya memastikan ketahanan energi, tetapi juga memberikan kepastian pasokan bagi masyarakat,” ujar Romadhon dalam pernyataan tertulis, Jumat (21/2).
Transformasi dan Peningkatan Kinerja
Romadhon menilai bahwa restrukturisasi melalui strategi Dual Growth Strategy yang dijalankan Pertamina telah memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional dan finansial perusahaan. Langkah ini memungkinkan Pertamina menjadi lebih efisien, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan industri energi global.
Dengan target peningkatan produksi minyak hingga 416 MBOPD dan produksi gas sebesar 2.536 MMSCFD, Pertamina menunjukkan kesiapan dalam menjawab kebutuhan energi nasional. Selain itu, ekspansi di sektor pengolahan dan distribusi BBM, termasuk penambahan armada kapal dan jaringan gas rumah tangga, diharapkan dapat meningkatkan akses energi bagi masyarakat luas.
Dukungan terhadap Energi Bersih dan Keberlanjutan
Gagas Nusantara juga mendukung upaya Pertamina dalam mengembangkan energi bersih, khususnya melalui Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) yang menargetkan peningkatan kapasitas listrik berbasis energi bersih menjadi 2.602 MW.
“Peningkatan investasi dalam energi terbarukan, termasuk ekspansi kapasitas geothermal dan biofuel, menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada produksi energi konvensional tetapi juga siap menghadapi transisi energi global,” tambah Romadhon.
Harapan untuk Keberlanjutan Pasokan Energi
Bahwa keberhasilan strategi ini harus dibuktikan melalui stabilitas pasokan energi bagi masyarakat. Pasokan BBM dan LPG, terutama saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri, harus tetap terjaga guna menghindari potensi kelangkaan yang dapat berdampak pada masyarakat kecil dan pelaku usaha.
“Kami berharap Pertamina terus memastikan distribusi energi yang merata, khususnya di daerah terpencil. Sinergi antara pemerintah dan Pertamina sangat penting untuk menjamin keterjangkauan harga dan keberlanjutan pasokan,” tutup Romadhon.
Dengan strategi yang jelas dan komitmen yang kuat, Pertamina diharapkan dapat terus berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.





