
Visioner.id – Puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 akan digelar di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Senin (9/12/2019).
Tema yang diambil untuk Hari Antikorupsi Sedunia 2019 adalah “Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju”.
Hari Anti Korupsi Sedunia 2019 harus menjadi momentum bagi perusahaan-perusahaan BUMN seperti Garuda Indonesia untuk evaluasi menyeluruh, menyusul terungkapnya kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton. Kementerian BUMN harus menjadikan Garuda Indonesia bersih dari Korupsi serta Perusahaan BUMN lainnya.
“Ini waktu yang tepat untuk bersih-bersih BUMN dan Menteri BUMN harus mendorong semua perusahaan BUMN menjadi korporasi yang berintegritas,” ungkap Romadhon aktivis Ketua PBHMI kepada awak media, Jakarta, Senin (9/12/2019).
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memberhentikan empat anggota dewan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terlibat dalam skandal Harley Davidson.
Seperti diketahui, skandal itu melibatkan Direktur Utama Ari Askhara. Selain itu, ada tiga direktur lain yang diduga terlibat, yaitu Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar.
Keterlibatan direksi Garuda Indonesia memang sangat disayangkan. Seharusnya sebagai BUMN yang memiliki banyak kemudahan dibanding perusahaan swasta.
“BUMN harus menjadi pelopor anti korupsi, yang berhubungan dengan sektor dunia usaha. Bukan sebaliknya justru terlibat dalam perkara praktek mengarah korupsi,” ujarnya
Romadhon mengungkapkan kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton illegal hanya satu kasus yang melibatkan Direktur Utama Garuda.
Jika diinvestigasi serius pasti banyak kasus sejenis yang melibatkan petinggi Garuda. Direktur Utama sebelumnya, Emirsyah Satar juga kan memiliki kasus sejenis. Emirsyah diduga menerima suap terkait pengadaan pesawat Airbus SAS dan mesin pesawat Rolls-Royce untuk Garuda Indonesia.
“Sepertinya jarang dilakukan audit dan tidak transparan sehingga sering terjadi di internal Garuda, dengan sikap tegas Pak Erick kita harus apresiasi, mungkin berangkat dari garuda, BUMN semakin bersih dari para koruptor,” katanya.
“Kita harus optimis dengan segala peristiwa korupsi di BUMN, Insya Allah Pak Erick setulus hati dan serius menangani masalah di kementrian yang beliau pimpin,” sambung dia.
PB HMI sangat sependapat dengan Ketua KPK terpilih Firli Bahuri, bahwasanya hari anti korupsi sedunia harus menjadi momentum dan pelecut semangat anti korupsi, agar Indonesia kedepan tidak lagi merayakan hari yang sangat memprihatinkan ini.
“Dengan kondisi yang terjadi saat ini, isu anti korupsi harus menjadi isu penting, dengan demikian kita telah ikut andil memajukan Indonesia Maju dan bersih dari Korupsi,” pungkasnya (*)





