JAKARTA – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan mahasiswa anti mafia (APMAM) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor merah putih komisi pemberantsan kourpsi.
Pendemo menuntut KPK segera menindak lanjuti laporan Aliansi APMAM yang sudah berjalan setahun terkait dugaan pencucian uang bupati Keerom Markum SH dan istrinya cicih mintarsih pada anggaran APBD kabupaten keerom tahun anggarn 2010-2015.
Direktur Eksekutif APMAM Afandi S menuturkan pihaknya menggelar aksi di depan KPK sekaligus memberikan data tambahan untuk memperkuat KPK menindak secara hukum bupati keerom Markum dan istrinya.
Setelah menggelar orasi, Afandi dan di wakili sekjen memasuki ruangan pengaduan Komisi Pemberantsan Korupsi. Di ketahui, pertemuan tersebut untuk memberikan tambahan data menyangkut tindak pencucian uang yang dilakukan oleh bupati keerom provinsi papua.
“kedatangan kami di KPK ini untuk memberikan ketegasan lagi kepada KPK agar menindak laporan yang sudah di masukan perihal tindak pencucian uang oleh bupati keerom MOh. Markum SH dan istrinya pada anggaran tahun 2010-2015 sekaligus untuk memberikan data tambahan kepada KPK untuk proses lebih lanjut” terang Afandi kepada wartawan di depan kantor KPK siang, Senin (09/12/2019)

Selain itu, afandi juga menegaskan akan terus mengawal laporan yang sudah di masukan hingga tuntas di meja hukum. Dirinya berharap, KPK segera mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap bupati keerom Moh. Markum dan istrinya.
“KPK segera mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap bupati keerom dan istrinya dalam kasus tindak pencucian uang tahun anggaran 2010-2015 dan penyalahgunaan kekuasaan dalam birokrasi kabupaten keerom provinsi papua. Tutup dia






