Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Prof Didik J. Rachbini Berharap Kontestasi Pemilu Serentak 2024 Diwarnai Narasi yang Lebih Bernilai

by Visioner Indonesia
Juni 13, 2022
in HUKUM, Nasional, Peristiwa
Reading Time: 2min read
Prof Didik J. Rachbini Berharap Kontestasi Pemilu Serentak 2024 Diwarnai Narasi yang Lebih Bernilai

Jakarta – Pemilihan umum (Pemilu) 2024 dikhawatirkan akan kembali mengulang dampak sosial seperti halnya yang terjadi pada pemilu sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J. Rachbini dalam Kuliah Umum Universitas Paramadina bertajuk “Tren Transformasi Media dan Implikasinya pada Kampanye Pemilu 2024” yang digelar virtual pada Sabtu (11/6).

Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) ini memberikan gambaran tentang tingkat keparahan dampak Pemilu Serentak 2019 lalu yang hanya memunculkan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

“Teori Tragedy of The Common tepat untuk menggambarkan dampak buruk dari tahun politik 2018-2019 ketika pemilihan presiden berlangsung dalam suasana ruang publik yang penuh dan dijejali anasir-anasir buruk (buzzer) tanpa keadaban dan merusak demokrasi,” ujar Prof Didik.

Secara praktis, pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini melihat ruang publik yang diisi kebisingan tak beradab para buzzer politik bakal berdampak buruk bagi masyarakat.

“Akibatnya bisa sangat buruk bagi ketahanan nasional di mana sistem sosial budaya akan terlemahkan secara perlahan dan dapat mengakibatkan kematian ruang publik pelan-pelan,” tuturnya.

Karena itu, Prof Didik berharap kontestasi Pemilu Serentak 2024 diwarnai narasi-narasi yang lebih bernilai. Dalam posisi ini, peranan media pun sangat penting dalam menjaga ruang publik tetap sehat.

Selain itu, dirinya juga mendorong pemangku kebijakan terkait untuk mengelola kepemiluan dengan baik. Sebab, jika situasi tersebut tidak dilakukan, maka keadaban di masyarakat akan hilang dan hubungan sosial politik tidak akan mempunyai masa depan yang baik bagi perkembangan demokasi.

Apalagi mengingat kehadiran buzzer dan relawan-relawan politik yang terbilang sebagai fenomena baru yang hadir menjelang Pemilu Serentak 2019 silam.

“Kedudukan buzzer dan relawan ada di bawah karpet kekuasaan dipelihara dan dibiarkan. Sayangnya, para akademisi ilmu komunikasi tidak melakukan kritik tegas dan memadai terhadap ‘hama demokrasi’ tersebut,” tandasnya.

Previous Post

Youth Move Apresiasi Kabareskrim Polri Dalam Program Transformasi Penyidik yang Presisi

Next Post

Polemik AKBP Brotoseno, Visioner Indonesia Apresiasi Rencana Kapolri Revisi Perkap

Related Posts

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”
Lifestyle

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Agustus 27, 2026
Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani
HUKUM

Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani

Agustus 27, 2026
KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut
HUKUM

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut

Agustus 27, 2026
Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”
Nasional

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

Agustus 27, 2026
“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan
Daerah

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

Agustus 27, 2026
Prabowo Buka Muktamar NU ke-36: “NU Harus Jadi Benteng Moral dan Sosial Bangsa”
Daerah

Prabowo Buka Muktamar NU ke-36: “NU Harus Jadi Benteng Moral dan Sosial Bangsa”

Agustus 27, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Menkes Budi Siapkan Insentif Rp30 Juta untuk Atasi Krisis Dokter Gigi

Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

TERPOPULER

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Menkes Budi Siapkan Insentif Rp30 Juta untuk Atasi Krisis Dokter Gigi

Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved