Jakarta, 27 Agustus 2026 – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan respons positif terhadap inovasi detektor makanan basi yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sudaryono menyatakan bahwa alat tersebut sangat dibutuhkan untuk memastikan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Inovasi ini sangat kami butuhkan. Dengan adanya detektor makanan basi, kami bisa memastikan makanan yang disajikan kepada anak-anak dan masyarakat penerima MBG benar-benar layak konsumsi,” ujar Sudaryono di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Teknologi Deteksi Makanan Basi
BRIN mengembangkan alat deteksi makanan basi dengan memanfaatkan teknologi sensor dan kecerdasan buatan (AI). Prototipe yang telah dipamerkan dalam ajang Indonesia Research and Innovation Expo (IRIE) 2026 diklaim mampu mendeteksi tanda-tanda awal pembusukan pada makanan, baik dari perubahan aroma maupun komposisi kimianya.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan bahwa inovasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. “Kami berharap teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas, terutama di dapur-dapur MBG untuk memastikan keamanan makanan,” ujarnya.
Implementasi dan Harapan
Sudaryono menyatakan bahwa BGN siap mengintegrasikan alat ini ke dalam sistem pengawasan keamanan pangan MBG. Ia juga mengapresiasi langkah BRIN yang terus berinovasi untuk menjawab tantangan di lapangan.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan BRIN untuk membahas kemungkinan penerapan alat ini di SPPG. Kalau bisa, alat ini segera diproduksi massal,” tegas Sudaryono.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya BGN untuk menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap insiden keracunan makanan, yang sebelumnya pernah terjadi di sejumlah wilayah.
Apresiasi Masyarakat
Para orang tua siswa penerima MBG menyambut baik inovasi ini. “Kami lega ada alat yang bisa memastikan makanan anak kami aman. Ini penting, mengingat kasus keracunan pernah terjadi,” ujar salah seorang orang tua di Jakarta.
BGN dan BRIN akan segera mengadakan pertemuan lanjutan untuk membahas spesifikasi teknis, biaya produksi, dan skema distribusi alat detektor makanan basi ke seluruh SPPG di Indonesia. Dengan adanya alat ini, diharapkan kualitas dan keamanan MBG semakin terjamin.






