Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

JK Lantik Pengurus PMI 2024-2029, Kritik Regenerasi dan Minimnya Keterwakilan Perempuan

by Visioner Indonesia
Desember 21, 2024
in Nasional
Reading Time: 3min read
0
SHARES
83
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Jusuf Kalla (JK) secara resmi melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2024-2029. Upacara pelantikan berlangsung di Markas Pusat PMI, Jakarta, Selasa (19/12/2024), dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pengurus PMI dari berbagai daerah. Namun, meski acara ini menegaskan komitmen PMI sebagai organisasi kemanusiaan, pelantikan ini menuai kritik tentang kurangnya regenerasi, minimnya keterwakilan perempuan, dan absennya perwakilan generasi milenial dalam kepengurusan.

Ini adalah periode keempat JK memimpin PMI, memperlihatkan dominasi perannya di organisasi ini. Namun, banyak pihak mempertanyakan keberlanjutan organisasi yang minim memberikan ruang bagi pemimpin baru.

Minim Keterwakilan Perempuan dan Generasi Milenial

Salah satu kritik utama terhadap susunan kepengurusan baru PMI adalah minimnya keterwakilan perempuan. Dari sekian banyak pengurus, hanya satu perempuan yang tercatat dalam struktur baru ini. Ketiadaan keterwakilan perempuan yang signifikan menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen PMI untuk menjadi organisasi yang inklusif.

“PMI adalah organisasi kemanusiaan yang seharusnya mencerminkan keberagaman masyarakat Indonesia. Namun, pengurus yang didominasi laki-laki dan kurang mengakomodir perempuan menunjukkan bahwa ada persoalan dalam bagaimana organisasi ini memahami inklusivitas,” ujar Romadhon Jasn, Ketua Jaringan Aktvis Nusantara, Jumat (20/12)

Selain itu, susunan pengurus PMI yang baru sebagian besar terdiri dari tokoh-tokoh yang sudah berusia lanjut. Tidak ada generasi milenial yang masuk dalam struktur pengurus, padahal keberadaan anak muda penting untuk membawa inovasi dan perspektif baru. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana PMI mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Organisasi sebesar PMI membutuhkan regenerasi untuk memastikan keberlanjutan misinya. Generasi milenial adalah aset besar yang harus dilibatkan, terutama untuk menjawab tantangan modern, seperti transformasi digital dan inovasi dalam layanan kemanusiaan,” tambah Romadhon.

Kritik Terhadap Dominasi Kepemimpinan JK

Kritik lainnya adalah terhadap dominasi kepemimpinan JK yang sudah berlangsung selama empat periode. Meski JK dikenal memiliki dedikasi luar biasa dalam memajukan PMI, banyak pihak menganggap bahwa estafet kepemimpinan harus segera diberikan kepada generasi berikutnya.

“Pemimpin yang terus bertahan terlalu lama menciptakan kesan bahwa organisasi ini tidak memberikan ruang bagi regenerasi. Padahal, salah satu nilai yang harus ditanamkan dalam organisasi kemanusiaan adalah berbagi dan mendidik generasi berikutnya untuk melanjutkan perjuangan,” kata Romadhon.

Menurutnya, organisasi seperti PMI harus menjadi tempat di mana calon pemimpin muda dilatih dan diberikan tanggung jawab. Hal ini tidak hanya penting untuk keberlanjutan organisasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa PMI tetap relevan di masa depan.

Organisasi Kemanusiaan Tanpa Inklusi

Minimnya keterwakilan perempuan dan generasi milenial membuat banyak pihak mempertanyakan arah PMI ke depan. Seolah-olah, organisasi ini terjebak dalam pola lama tanpa membuka ruang untuk perubahan.

“Organisasi kemanusiaan harus menjadi contoh inklusi. Sayangnya, kepengurusan PMI saat ini justru menunjukkan bahwa aspek inklusi tidak menjadi prioritas. Ini sangat disayangkan, terutama mengingat peran perempuan dan anak muda yang sangat besar dalam sektor kemanusiaan,” ujar Romadhon.

Menurutnya, organisasi kemanusiaan yang tidak mengakomodir banyak kalangan dan generasi berikutnya hanya akan kehilangan relevansinya. “PMI harus belajar berbagi, bukan hanya dari segi sumber daya, tetapi juga dalam kepemimpinan. Dengan begitu, akan tercipta kesinambungan yang sehat dalam organisasi,” tambahnya.

Meskipun banyak kritik, harapan besar tetap ada agar PMI dapat berbenah. Organisasi ini memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor dalam inklusi dan keberlanjutan. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah konkrit, seperti:
1. Meningkatkan Keterwakilan Perempuan – Memberikan ruang lebih besar bagi perempuan di struktur organisasi adalah langkah penting untuk mencerminkan keberagaman.
2. Melibatkan Generasi Milenial – Anak muda harus dilibatkan untuk membawa inovasi dan menjawab tantangan masa depan.
3. Mendorong Regenerasi Kepemimpinan – Organisasi sebesar PMI harus menjadi tempat kaderisasi bagi calon pemimpin baru.
4. Transparansi dan Akuntabilitas – Membuka ruang diskusi tentang arah kebijakan organisasi untuk memastikan keterlibatan semua pihak.

Dengan langkah-langkah ini, PMI diharapkan tidak hanya menjadi organisasi kemanusiaan yang efektif, tetapi juga menjadi contoh bagaimana sebuah institusi harus inklusif, progresif, dan berkelanjutan.

Previous Post

PB SEMMI Majelis Penyelamat Mendesak KPK untuk Segera Menangkap Harun Masiku 

Next Post

Anggota DPRD Lebak Fraksi PDIP: Bahaya Narkoba Harus Menjadi Perhatian Semua Pihak

Related Posts

Dasco Pimpin Koordinasi BI dan Pemerintah, Dua Jurus Strategis Jaga Stabilitas
Nasional

Dasco Pimpin Koordinasi BI dan Pemerintah, Dua Jurus Strategis Jaga Stabilitas

Juni 6, 2026
“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
Nasional

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

Juni 3, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana
Nasional

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Dukung Direksi Baru PT Bukit Asam Tbk, Ketua INSPIRA Jakarta Pusat-Utara Oloan Gani Nyatakan Kesiapan Kolaborasi

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

TERPOPULER

Dukung Direksi Baru PT Bukit Asam Tbk, Ketua INSPIRA Jakarta Pusat-Utara Oloan Gani Nyatakan Kesiapan Kolaborasi

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved