Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

“Kapolri: Polri Tidak Anti-Kritik, Terima Masukan untuk Perbaikan”

by Visioner Indonesia
Februari 21, 2025
in Nasional
Reading Time: 3min read
Kapolri

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan respon positif terhadap lagu Bayar Bayar Bayar karya band Sukatani yang viral di media sosial. Lagu tersebut mengkritik oknum-oknum polisi terkait praktik pungli dalam pembuatan SIM dan tilang. Menanggapi hal tersebut, Kapolri menegaskan bahwa Polri tetap terbuka terhadap kritik dari masyarakat.

“Tidak ada masalah, mungkin ada missed namun sudah diluruskan,” kata Kapolri pada Jumat (21/2/2025). Ia menambahkan bahwa kritik yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk melalui seni dan musik, adalah hal yang positif jika dimaksudkan untuk perbaikan. Kapolri juga menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam tubuh Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolri mengatakan, Polri tidak anti-kritik dan akan selalu siap menerima masukan yang membangun untuk terus berkembang. Polri melihat kritik sebagai peluang untuk melakukan perbaikan, bukan sebagai serangan. “Kritik adalah masukan yang membangun untuk evaluasi. Dalam menerima kritik, kami harus legowo dan yang penting ada perbaikan,” tambahnya.

JAN Dukung Polri Terbuka Terhadap Kritik

Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) mengapresiasi sikap Polri yang tidak hanya terbuka terhadap kritik tetapi juga siap melakukan evaluasi. Ketua JAN, Romadhon Jasn, menyampaikan bahwa keterbukaan Polri terhadap kritik adalah langkah yang sangat penting dalam memperbaiki citra dan kinerja kepolisian. Menurutnya, kritik yang membangun dari masyarakat harus diterima dengan lapang dada.

“Kritik dari masyarakat, terutama dalam bentuk seni, bisa menjadi bahan evaluasi yang berharga untuk Polri. Tidak ada institusi yang sempurna, dan kritik adalah cara untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” kata Romadhon. Ia juga menambahkan bahwa keterbukaan Polri terhadap kritik menunjukkan komitmen mereka untuk selalu berbenah dan tidak stagnan.

Romadhon juga menyoroti bahwa kritik yang disampaikan melalui media seni seperti musik harus dilihat sebagai ekspresi yang sah dan bukan untuk diserang balik. Ia menekankan bahwa Polri harus dapat menangkap esensi dari kritik tersebut sebagai masukan konstruktif, bukan sekadar meresponsnya dengan permintaan maaf.

Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan dalam Polri

Kapolri menyatakan bahwa evaluasi terhadap kinerja anggota Polri akan terus dilakukan. Salah satu langkah penting dalam proses evaluasi adalah memberikan sanksi kepada anggota yang melanggar kode etik serta memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa Polri tetap berada di jalur yang benar dalam melayani masyarakat.

“Kami terus berbenah dengan memberikan punishment kepada anggota yang melanggar dan rewards kepada anggota yang baik,” ungkap Kapolri. Ia menekankan bahwa komitmen Polri untuk memperbaiki diri tidak hanya berbicara tentang hukuman, tetapi juga penghargaan yang mendorong motivasi bagi anggota Polri untuk lebih baik.

Kapolri juga menegaskan bahwa perbaikan ini tidak hanya terbatas pada tindakan anggota Polri, tetapi juga pada sistem yang ada di Polri, termasuk dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan kepada masyarakat. Semua ini adalah bagian dari reformasi internal yang terus berlangsung.

JAN Mengajak Masyarakat Bersinergi dengan Polri

JAN juga mengingatkan bahwa kritik harus disertai dengan dukungan untuk perbaikan, bukan hanya fokus pada kekurangan. Romadhon Jasn mengajak masyarakat untuk bersinergi dengan Polri, mengedepankan dialog konstruktif agar Polri bisa menjadi lebih baik. Ia menambahkan bahwa perbaikan Polri membutuhkan kerja sama antara masyarakat dan kepolisian.

“Kritik itu penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama memperbaiki sistem kepolisian untuk kepentingan bersama,” kata Romadhon. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus melihat perubahan positif yang dilakukan Polri, sambil tetap mengingatkan mereka untuk tetap menjaga integritas dalam setiap langkah.

Romadhon berharap bahwa langkah Polri yang terbuka terhadap kritik bisa menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai kelemahan yang ada di dalam sistem kepolisian. Dengan dukungan dari masyarakat, Polri dapat terus maju dan menjadi institusi yang lebih baik dalam melaksanakan tugasnya.

Menjadi Polri yang Lebih Baik untuk Masyarakat

Sikap terbuka Polri terhadap kritik harus diterima dengan bijak oleh masyarakat. Kritik membangun yang konstruktif menjadi bagian dari proses perbaikan untuk mencapai Polri yang lebih profesional. JAN berharap agar Polri terus memperbaiki diri dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta berkomitmen untuk menjadi lebih transparan dalam setiap tindakan yang diambil.

Keterbukaan Polri dalam menerima kritik merupakan langkah positif yang harus didorong untuk membangun citra Polri sebagai lembaga penegak hukum yang memiliki integritas dan dapat dipercaya masyarakat. Jika terus berjalan seiring dengan reformasi internal yang berkelanjutan, Polri dapat semakin dekat dengan tujuan utama mereka, yakni melayani dan mengayomi masyarakat dengan penuh kejujuran dan profesionalisme.

Previous Post

Anggota DPR minta Aparat tindak tegas pelaku penyimpangan impor

Next Post

Pertamina Patra Niaga Beri Harga Khusus untuk Avtur pada Idulfitri

Related Posts

Gibran Bawa Mahasiswa ke NTT untuk Pemulihan Gempa: Peran Nyata Generasi Muda di Tengah Bencana
Daerah

Gibran Bawa Mahasiswa ke NTT untuk Pemulihan Gempa: Peran Nyata Generasi Muda di Tengah Bencana

Agustus 20, 2026
Momen Hangat Prabowo, Jokowi, dan Gibran Tampak Mesra
Nasional

Momen Hangat Prabowo, Jokowi, dan Gibran Tampak Mesra

Agustus 17, 2026
Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Doakan Korban Gempa NTT
Nasional

Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Doakan Korban Gempa NTT

Agustus 17, 2026
Saan Mustopa Dorong Percepatan Hunian Tetap bagi 4.000 Pengungsi Gempa NTT
Nasional

Saan Mustopa Dorong Percepatan Hunian Tetap bagi 4.000 Pengungsi Gempa NTT

Agustus 17, 2026
Negara Kita Diuji Kebakaran Hutan dan Bencana Alam
Nasional

Negara Kita Diuji Kebakaran Hutan dan Bencana Alam

Agustus 17, 2026
HUT RI ke-81, Ketua KPK Ingatkan Integritas dan Ajak Bantu Korban Gempa NTT
Nasional

HUT RI ke-81, Ketua KPK Ingatkan Integritas dan Ajak Bantu Korban Gempa NTT

Agustus 17, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

TERPOPULER

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved