Jakarta, 30 Juli 2026 – Istana Kepresidenan merespons hasil survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan signifikan sebesar 30 persen. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa pemerintah menjadikan hasil survei sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai vonis atas kinerja pemerintahan.
“Survei adalah potret pada satu waktu. Kami membacanya sebagai alarm untuk bekerja lebih keras, bukan sebagai ukuran final. Presiden telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus mempercepat program-program pro-rakyat dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Hasan Nasbi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga menunjukkan penurunan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Faktor utama yang mempengaruhi penurunan ini antara lain tingginya harga bahan pokok, persepsi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum optimal, dan polemik anggaran pendidikan yang digunakan untuk membiayai program MBG.
Istana Buka Suara
Hasan Nasbi menjelaskan bahwa penurunan angka kepuasan publik merupakan fenomena wajar dalam dinamika pemerintahan, terutama ketika memasuki masa implementasi kebijakan strategis yang membutuhkan penyesuaian di lapangan.
“Setiap kebijakan besar selalu menghadapi tantangan di awal implementasi. Presiden Prabowo terus memantau langsung pelaksanaan program di lapangan dan meminta jajarannya untuk segera memperbaiki hal-hal yang masih menjadi keluhan masyarakat,” imbuhnya.
Faktor Ekonomi Jadi Perhatian Utama
Menanggapi faktor keluhan harga pangan, pemerintah telah mengambil langkah cepat melalui operasi pasar, perluasan kerjasama antar daerah untuk stabilisasi pasokan, dan penguatan Satgas Pangan Polri untuk mengawal distribusi serta menindak mafia pangan.
“Presiden sangat serius menangani soal harga pangan. Ini adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan Kemendag, Kementan, dan Bulog untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga,” tegas Hasan.
Program MBG Terus Dievaluasi
Terkait penurunan kepuasan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan menegaskan bahwa program ini masih terus dievaluasi dan dioptimalkan. Pemerintah mengakui bahwa koordinasi di lapangan masih menjadi pekerjaan rumah, terutama menyangkut distribusi yang belum merata.
“Program ini masih baru dan butuh waktu untuk mencapai titik optimal. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Presiden sendiri yang meminta agar program ini dijalankan dengan transparan dan akuntabel,” ujar Hasan.
Tanggapan Soal Polemik Anggaran Pendidikan
Mengenai isu penggunaan anggaran pendidikan untuk MBG, Istana memilih untuk menunggu keputusan resmi Mahkamah Konstitusi. “Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Pemerintah akan patuh pada putusan MK apapun hasilnya,” tegas Hasan.
“Presiden Prabowo adalah pemimpin yang selalu dekat dengan rakyat dan mendengarkan keluhan mereka. Penurunan angka kepuasan publik bukanlah akhir dari segalanya, melainkan momentum untuk bekerja lebih baik lagi,” pungkas Hasan Nasbi.






