Jakarta, 4 September 2026 – Pemerintah memutuskan melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp30 triliun untuk tahun 2027. Meski dipangkas, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap mempertahankan target penerima manfaat sebanyak 72,46 juta orang.
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, pagu anggaran BGN tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp240,20 triliun. Angka ini mengalami pemangkasan dari pagu indikatif sebelumnya yang mencapai Rp270,20 triliun .
“Terdapat efisiensi sebesar Rp30 triliun khusus pada komponen bantuan pemerintah untuk MBG, yang dari semula Rp265,5 triliun menjadi Rp232,5 triliun,” ujar Sudaryono dalam rapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026) .
Alokasi Anggaran dan Target Penerima
Dari total anggaran BGN Rp240,20 triliun, mayoritas atau 97 persen dialokasikan langsung untuk program pemenuhan gizi masyarakat. Sisanya sekitar 3 persen digunakan untuk dukungan manajemen dan operasional .
Sudaryono merinci, anggaran program MBG sebesar Rp232,5 triliun akan disalurkan kepada 72.464.886 penerima manfaat . Target tersebut terdiri atas 60.599.777 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan dan 11.865.109 orang dari kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) .
Rincian untuk peserta didik mencakup 6,38 juta anak PAUD, 24,51 juta siswa SD/MI, 11,5 juta siswa SMP/MTs, 10,4 juta siswa SMA/SMK/MA, serta santri dan SLB .
Postur Anggaran BGN 2027
Berdasarkan paparan Sudaryono, alokasi anggaran terbagi dalam dua program utama: Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp232,88 triliun (96,95%) dan Program Dukungan Manajemen sebesar Rp7,33 triliun (3,05%) .
Berdasarkan fungsi, anggaran terbesar berada pada fungsi pendidikan sebesar Rp198,96 triliun untuk peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Fungsi kesehatan mendapat Rp33,54 triliun untuk kelompok 3B, dan fungsi ekonomi sekitar Rp7,9 triliun untuk pendukung operasional .
Peluang Efisiensi Tambahan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyebut anggaran MBG 2027 bisa ditekan hingga di bawah Rp200 triliun melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi . Hal ini mendapat respons dari BGN yang menyatakan akan terus menghitung ulang kebutuhan anggaran dengan mempertimbangkan hasil pembenahan data penerima manfaat .
BGN telah melakukan penyisiran data penerima MBG dan menemukan sekitar 6 juta data ganda, yang kemudian diperbaiki . Selain itu, BGN juga telah menarik status operasional 414 dapur MBG yang tidak beroperasi dan mengembalikan sekitar Rp311 miliar ke kas negara .
“Anggaran ini adalah uang rakyat. Satu rupiah ini menjadi penting. Tidak bisa kita kemudian menggunakan ini seenaknya. Ini adalah uang rakyat yang setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan dan manfaatnya harus sebesar-besarnya,” tegas Sudaryono .
Sudaryono berharap Rencana Kerja dan Anggaran BGN tahun 2027 dapat disetujui Komisi IX DPR agar program MBG dapat terus berjalan optimal melayani seluruh anak bangsa di tahun 2027 .






