Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

TIPOLOGI TUKANG OJEK DI KOTA SOE

by Aulia Rachman Siregar
Oktober 23, 2016
in Opini
Reading Time: 3min read
0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di hampir seluruh kota di Indonesia, keberadaan tukang ojek telah menjadi alternatif solusi transportasi bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Dengan kemudahan memperoleh kendaraan roda dua dari berbagai dealer, para tukang ojekpun kian bertambah jumlahnya.

Begitupun dengan yang terjadi di Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi NTT. Hingga di lorong dan gang pemukiman warga, para pengojek ini berseliweran menawarkan jasanya. Ada hal menarik bila mencermati fenomena ojek di Kota Soe. Hal menarik itu adalah bahwa meskipun banyak, para tukang ojek ini bisa dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan bau aroma mereka.

Tipe yang pertama, ojek bau harum. Berbau harum karena si pengojek rajin mandi dan sangat memperhatikan aspek kebersihan pribadi. Ojek tipe ini di Soe jumlahnya sangat sedikit. Butuh keberuntungan bila ingin menumpang ojek yang demikian. Selain harum aromanya, biasanya para pengojek tipe ini juga dibekali dengan surat-surat yang lengkap sehingga tenang beroperasi karena tidak takut bila ada razia. Dari kemampuan berkendaraan juga baik sehingga menjadi tukang ojek primadona di Soe.

Kedua, ojek bau rokok. Ojek yang perokok banyak dijumpai di Soe. Sambil menunggu pelanggan, biasanya pengojek ini mengisi waktu dengan merokok. Entah rokoknya dibeli sendiri atau diberi teman. Karena bau rokok yang menyengat membuat banyak warga yang tidak nyaman saat memanfaatkan jasa tukang ojek demikian.

Ketiga, ojek bau sirih. Menyirih atau makan sirih pinang merupakan salah satu tradisi yang mengakar di Pulau Timor termasuk di Soe. Tidak heran jika banyak dijumpai para pengojek di Soe yang apabila melepas helm, terlihat di bibir dan giginya berwarna merah. Agak geli juga melihatnya. Saat sedang menumpang, aroma sirih dan pinang pasti tercium tetapi tidak menyengat sehingga penumpang nyaman-nyaman saja. Tetapi bila telah tiba di tujuan dan hendak membayar, sang ojek biasanya membuka kaca helm dan menerima bayaran sambil mengucapkan terima kasih. Inilah saatnya para penumpang melihat senyuman mereka yang diwarnai air merah hasil kunyahan sirih-pinang. Perasaan lucu dan geli bercampur jadi satu. Bahkan si penumpang terkadang dijadikan bahan canda oleh teman-temannya yang melihat dia menumpang tukang ojek pemakan sirih-pinang.

Keempat, ojek bau sopi. Sopi merupakan salah satu minuman keras lokal yang sering dikonsumsi oleh sebagian masyarakat di NTT, termasuk di Kota Soe. Tidak sedikit warga Soe yang gemar mengkonsumsi miras lokal ini. Banyak para pengojek yang kedapatan tengah menenggak Sopi saat menunggu para pengguna jasa mereka. Tukang ojek tipe ini agak sulit diidentifikasi bila motornya belum ditumpangi. Akan ketahuan si pengojek berbau sopi jika sedang dalam perjalanan menumpang motornya. Ketika si penumpang berdialog dengan si tukang ojek, saat itulah aroma sopi mulai menyengat keluar dari mulut si pengojek. Menjadi berbahaya karena mereka mengendarai motor dalam keadaan mabuk. Potensi salah alamat ataupun celaka kemungkinan besar akan terjadi karena dirinya dalam kondisi setengah sadar. Biasanya para penumpang yang sudah mengetahui si tukang ojek bau sopi akan buru-buru menghentikan perjalanan dan pura-pura mengatakan sudah sampai tujuan. Hal ini dilakukan demi menghindari konflik dengan si pengojek.

Kelima, ojek bau sekali. Tipe yang terakhir ini sangat mudah diidentifikasi karena dari penampilannya saja sudah terlihat tidak rapi dan tidak memperhatikan kebersihan diri. Karenanya, tukang ojek tipe demikian adalah yang paling dihindari untuk ditumpangi oleh pengguna jasa ojek. Kalaulah harus menumpang karena terdesak oleh waktu, para penumpang sepanjang jalan akan menutup hidung atau menahan nafas agar tidak menghirup bau yang ditebar sang pengojek terutama yang berasal dari jaketnya.

Inilah tipologi ojek yang ada di Kota Soe. Penulis yakin bahwa fenomena di atas diduga keras terjadi juga di daerah lain meskipun dengan kadar yang berbeda. Bila anda warga Kota Soe, penulis mohon maaf karena cerita ini mungkin kurang berkenan. Jika anda berprofesi sebagai tukang ojek, semoga anda tergolong pada tipe yang pertama. Adapun jika anda setia menggunakan jasa tukang ojek, maka diharapkan lebih berhati-hati memilih pengojek agar selamat sampai tujuan. Yang terakhir, jika anda mahasiswa semester akhir yang masih bingung menentukan judul skripsi, fenomena ojek ini sepertinya layak untuk dijadikan bahan penelitian.

Cowok tampan motornya bersih
Cukup sekian dan terima kasih

Ditulis oleh Farhan Syuhada (Pengguna Jasa Ojek di Kota Soe)

Previous Post

Kartel Bisnis Smelter Dituding Bisa Membunuh Bisnis Pertambangan

Next Post

BEM STIT Kupang Dilantik

Related Posts

BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026
Opini

Mengakhiri Demokrasi Biaya Tinggi:
Pilkada Langsung Itu Gagal: Kenapa Kita Masih Takut Balik ke DPRD?

Januari 5, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved