Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

“HMI dan Generasi Y: modernisasi organisasi HMI, menatap masa depan gerakan”

by Aulia Rachman Siregar
Desember 13, 2016
in Opini
Reading Time: 2min read
PB HMI Kecam Penggusuran dan Penembakan Petani
0
SHARES
615
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

*oleh : M. Ilham Wardana

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi tertua di negeri ini telah banyak memberikan kontribusi luas bagi keberlangsungan berkeumatan dan berkebangsaan. HMI tidak hanya menjadi organisasi kemahasiswaan ansich, tetapi HMI Juga menjadi Harapan Masyarakat Indonesia ditengah degradasi nilai dan pragmatisme.

HMI sebagai organisasi mahasiswa cukup berpengalaman dalam menjalankan organisasi karena usianya dan dinamikanya. Sehingga torehan sejarah dan prestasi dalam mencetak kader pantas untuk diakui. Organisasi yang membawa nilai-nilai keislaman dan keIndonesiaan dalam gerakannya mampu mewarnai kehidupan bangsa dengan keintelektualan,keprofesionalan. Serta Muncul sebagai organisasi yang mempunyai tujuan  kesejahteraan rakyat dan menjaga keutuhan NKRI.

HMI berperan dalam sejarah pergerakan peristiwa th 1965 munculnya gerakan G-30 S-PKI, kemudian gerakan di tahun 1986 kebijakan pemerintah tentang organisasi menjadi asas tunggal, terkhir HMI mewarnai pada gerakan reformasi 1998’ sebagai organisasi yang punya peranan penting dalam Negara ini juga sebagai salah satu upaya terus menjaga keutuhan. Selain itu, Dalam perjalanan HMI dtengah kehidupan mahasiswa, HMI terus bergerak demi terbinanya mahasiswa sadar terhadap fungsi sebenarnya sebagai slah satu komponen bangsa selama ini.

Namun belakangan HMI dan aktivis pada umumnya mulai kehilangan makna dengan munculnya banyak variable melenakan, modern dengan teknologi canggih membuat segala informasi dan gempuran budaya asing masuk dan yang kurang bersahabat dengan identitas HMI membuat organisasi ini mulai buram dalam gerakan. Bukan karena teknologinya, akan tetapi kurang adaptif sehingga penggunaan teknologi yang seharusnya bisa menjadii tombak gerakan malah menjadi beban dalam menjalankan organisasi.

Christopher Rootes salah satu tokoh pemikir politik gerakan memberikan pandangan bahwa gerakan mahasiswa termasuk sebuah fenomena modern yang memiliki sejarah panjang dalam setiap aksi revolusi. Menkritik, melawan elit, dan menumbangkan adalah ritme gerakan menuju perubahan social menjadi organisasi modern dan berkembang.

Banyak dialami oleh kader HMI yang tergerus arus hedonism dan pragmatism bersama dengan mahasiswa pada umumnya sehingga membuat hmi mengalami pelemahan-pelemahan. Organisasi menjadi organ yang hanya memberikan pelajaran dalam management keorganisasian tanpa adanya transformasi nilai-nilai ke HMIan secara serius dan inovatif. Karena seharusnya gerakan ideologis-radikal yang dilakukan HMI sampai tahun 1998 sudah tuntas dikupas dan kedepan HMI harus rasional-artikulatif.

Menjadi keharusan HMI menuju dinamika politik dan tata kelola organisasi yang cerdas, bukan malah tersandera oleh perilaku elit bebal, terpenjara dalam birokrasi koruptif dan terjebak dalam labirin transisi politik. Masa depan HMI Dari ekslusif-ideologis menjadi lebih inklusif-populis. Karena ukurannya bukan lagi harus disegani elite politik dan kekuasaan otoriter yang cenderung tradisional-primordial, akan tetapi HMI harus melek jejaring social agar segala kelas social terkoneksi sehingga gagasan dan kepentingan perkaderan HMI bisa sempurna tersampaikan.

HMI harus hadir sebagai organisasi tren baru gerakan mahasiswa Semacam Occupy Wall Street (OWS) yang membuat rezim kapitalisme ketar-ketir hingga kini dprakarsai mahasiswa Amerika, Arap Spring datang dengan semangat yang menggelisahkan kalangan konservatif barat dan yang lainnya.

Semoga HMI mampu menangkap perubahan zaman ini dan memahami generasi baru mahasiswa sekarang dan masa mendatang dengan gerakan organisasi modern, pemasaran, pemikiran strategis, dan inovasi sehingga menumbuhkan lanskap untuk membangun budaya organisasi yang mencakup kualitas dan keragaman. Yakin Usaha Sampai, Bahagia HMI.

*Penulis adalah Aktifis HMI Jember

Tags: GenerasiHMIY
Previous Post

Dugaan Skandal 46 Miliar Rupiah di Bima, Resmi Dilaporkan ke KPK

Next Post

Peringatan 1 tahun wafatnya Prof. DR. Suhardiman, SE Pendiri Soksi

Related Posts

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026
Opini

Mengakhiri Demokrasi Biaya Tinggi:
Pilkada Langsung Itu Gagal: Kenapa Kita Masih Takut Balik ke DPRD?

Januari 5, 2026
Opini

The Enforcer: Mengapa Publik Semakin Menaruh Kepercayaan pada Langkah Taktis Dasco?

Januari 1, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved