Jakarta,IndonesiaVisioner,-
Adi Baiquni selaku tokoh muda Bima di Jakarta mengemukakan, dugaan penyelewengan bantuan bibit bawang merah untuk petani bawang senilai Rp.46 Milyar di Bima diduga melibatkan Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI, Bupati Bima, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima dan Perusahaan pemenang tender,
Hal ini menurut Adi, harus diusut oleh lembaga anti rasuah ini sampai tuntas
“Ini persoalan serius yang harus ditangani secepatnya, apalagi ini menyangkut keberlangsunagan hidup para petani” tegas Tokoh muda Bima di Jakarta ini
Kami percaya langkah-langkah kongkriet Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai institusi penegak hukum yang bisa dibilang sangat profesional dan kredibel dalam menangani kasus-kasus korupsi di Indonesia.
Sehingga sambung Adi, pemberantasan korupsi di Indonesia terutama di Bima mesti ditegakan, hal ini tentu akan berdampak positif karena dapat menyelamatkan anggaran negara serta masyarakat bisa keluar dari zona kemiskinan.
“Korupsi dimanapaun akan berdampak pada kesenjangan hidup, sayangnya kebanyakan pejabat publik tidak pernah jera dan belajar dari pengalaman terpidana korupsi” tambah mantan aktivis HMI ini
“Ini bukan saja soal bawang merah di Bima, namun Hari Anti Korupsi se Dunia ini menjadi momentum yang tepat untuk mengajak seluruh komponen masyarakat Indonesia untuk melawan Korupsi. (MR. Vis)






