Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Demokratisasi Berkeadilan

by Visioner Indonesia
November 22, 2020
in Opini
Reading Time: 3min read
Demokratisasi Berkeadilan

Fredy Rahalus, Penggiat Filsafat Hukum. Putra Haar, Maluku Tenggara

0
SHARES
370
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

All power comes from the people. But where does it go? Bertolt Brecht

Pemilik kedaulatan sesungguhnya dalam negara demokrasi ialah rakyat. Pernyataan Seniman dan Satrawan Jerman abad-20, Bertolt Brecht seolah mengambarkan fenomena demokrasi di tengah bangsa saat ini. Rakyat, Sang Pemilik Kedaulatan hanya berdaulat ketika pesta demokrasi dan setelahnya terlupakan. Elitisme di tingkat pengambilan keputusan yang menyangkut kepublikan berbuahkan penolakan UU Cipta Kerja di Seluruh Indonesia. Hal tersebut sebagai gambaran tidak berjalannya deliberasi antara rakyat, pemerintah, dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Demokrasi Prosedural versus Demokrasi Substansial

Pemilu merupakan proses demokrasi di mana proses transisi kekuasaan  ditentukan oleh rakyat. Sudah seharusnya rakyat dicerdaskan dengan pendidikan politik yang menjadi tugas partai politik, akan tetapi kewajiban ini tidka berjalan maksimal. Pemilu merupakan masa di mana rakyat akan menentukan pilihan pemimpin dan juga ajang penilaian apakah kader politik ataupun partainya yang telah diberikan kepercayaan lima tahun silam melaksanakan amanah rakyat dengan baik atau hanya menggunakan kekuasaan untuk kepentingan individu dan kepentingan kelompok. Pada bagian inilah tingkat urgensi pendidikan politik sehingga masyarakat tidak terjebak pada politik identitas dalam menentukan pilihan politiknya.

Pemilih yang cerdas akan melahirkan pemimpin yang berintegras dan mampu dalam menjalankan amanah rakyat. Di sinilah letak permasalahanya, jika melihat proses pemilu dikatakan berhasil bukan hanya jika mekanismenya berjalan sesuai dengan aturan akan tetapi lebih penting adalah pesta demokrasi tersebut juga menghasilkan pemimpin yang berkualitas juga. Agar dana publik yang digunakan dalam pembiayaan Pilkada memiliki harga yang setara dengan kualitas pemimpin yang terpilih. Bukan malah sebaliknya anggaran besar untuk pemilu akan tetapi kualitas pemimpin yang terpilih tidak mumpuni dalam menjawab permasalahan rakyat.

Kapasitas, rekam-jejak, dan program dari calon pemimpin harus menjadi perbincangan utama di momen pesta demokrasi, sehingga ada seleksi obyektif dalam menentukan pemimpin. Hal ini guna menghindarkan masyarakat dari perpecahan akibat terjebak pada kepentingan politik identitas untuk memenangkan Pilkada. Pragmatisme politik melahirkan Pilkada yang mengandalkan uang, nama suku, dan agama untuk mendapatkan pilihan suara. Menurut saya, ada satu pilihan alternatif yang bisa kita pakai dalam melakukan pendidikan politik yakni mengadakan serasehan. Forum-forum diskusi antar-warga yang internsif harus diorganisir mulai dari tingkat desa dan melibatkan para tokoh masyrakat dan tokoh muda intelektual. Jurgen Habermas, seorang filosof Jerman kontemporer, melihat bahwa deliberasi di ruang publik menjadi kunci pencapaian dalam demokrasi. Percakapan rasional dari publik akan menjawab berbagai permasalahan sosial dan memenuhi hak-hak rakyat.

Visi Politik Tercerahkan

Politik ialah sarana untuk mewujudkan kebaikan bersama (Bonnum Commune). Setiap pesta demokrasi seharusnya menjadi momentum berlakunya rasionalitas dalam dialog setara antara elite politik dengan rakyat. Visi-Misi calon pemimpin lebih menentukan dibanding wacana primordialisme. Visi –Misi melahirkan Program yang ditawarkan oleh para calon kepala daerah. Program yang terukur dan menjawab kebutuhan masyarakat menjadi dasar dalam menuntukan pilihan. Politik adalah etika untuk melayani seperti yang diucapkan oleh Founding Father Johanes Leimena. Berpolitik bagi Om Jo adalah dalam rangka bernegara dan bernegara adalah berkonstitusi. Persis, pada tujuan bernegara yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 inilah menjadi tujuan dari proses berdemokrasi. Politik tidak hanya soal meraih kekuasaan, terlebih utama ialah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Bisakah kita mempercakapkan hal-hal ini di masa kampanye Pilkada.

Previous Post

Warga Kaplongan Gelar Khitanan Massal, dan Santunan Anak Yatim dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Next Post

Closing Ceremony Basic Training HMI Cabang Jeneponto dilaksanakan di Paccumikang

Related Posts

BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026
Opini

Mengakhiri Demokrasi Biaya Tinggi:
Pilkada Langsung Itu Gagal: Kenapa Kita Masih Takut Balik ke DPRD?

Januari 5, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

TERPOPULER

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved