Kasus tewasnya gadis cilik yang cantik di Angeline di pekarangan rumah orang tua angkatnya sendiri membuat miris masyarakat. Para tokoh pun angkat bicara. Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa melalui jejaring media sosialnya mengatakan semua terpukul dengan kabar anak tidak berdosa yang dibunuh dengan keji. “Kita semua menangis dan terpukul melihat Angeline anak tak berdosa dibunuh dengan keji, pelaku biadab tersebut harus dihukum maksimal demi keadilan,” kata Hatta di akun twitter @hattarajasa.
Selain Hatta, Pendiri PAN, Alvin Lie juga berkicau di akun @alvinlie21. “She’s so sweet, so adorable So young & innocent Too young to die Yet her life ended tragically Rest In Peace Angeline,” tulis mantan anggota DPR ini di akun twitternya. Sementara pengamat politik Fadjroel Rachman mengatakan bahwa Angeline lebih baik berada di surga karena dunia tidak ramah padanya. “Dunia betul-betul bukan tempat yang ramah untuk si kecil Angeline … Damai di SurgaNYA Nak. #RIPAngeline,” tulis akun @fadjroel.
Hashtag #RIPAngeline memang menggema sejak ditemukannya gadis ini di bawah tumpukan sampah di dekat kandang ayam rumahnya. Pembunuh Angeline saat ini sudah diamankan, yaitu Agus mantan pembantu di rumah Ibu angkatnya itu.
Komentar Dua Menteri Yang Diusir Margriet
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise juga menegaskan agar kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan yang menjadi hot topic berbagai media sejak sebulan belakangan ini. “Penegakan hukum harus terus diwujudkan, supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang,” tulis Yohanna seperti dilansir laman CNN Indonesia.
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi yang sebelumnya sempat mendatangi lokasi kejadian memberikan apresiasi kepada Polda Bali yang cepat mengungkap misteri hilangnya Angeline. “Selamat kepada jajaran Polda Bali yang telah menemukan keberadaan Angeline. Duka cita yang dalam,” kata Yuddy melalui akunnya @yuddychrisnandi. Ketika menyambangi rumah Angeline, menteri Yuddy tidak diperbolehkan masuk oleh satpam yang menjaga rumah. Satpam tersebut berasalan, Ibu angkat Angeline, Margriet tidak memperbolehkannya masuk. Situasi ini sempat membuat Yuddy curiga, dan ia mengatakan kecurigaannya itu terbukti sekarang.


