Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pelestarian Orang Utan, COP Buka Sekolah Konservasi

by Redaksi
Juli 8, 2015
in Peristiwa
Reading Time: 2min read
Pelestarian Orang Utan, COP Buka Sekolah Konservasi
0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Centre for Orangutan Protection (COP) membuka sekolah konservasi bagi para pemuda dan mahasiswa bernama COP School. Mereka nantinya akan menjalani pelatihan pendidikan konservasi untuk mengenal orangutan, habitat, dan usaha pelestariannya selama enam bulan di kamp Ape Warrior, Sleman, Yogyakarta.

“Kami melatih mereka menjadi aktivis lingkungan,” ujar Direktur Eksekutif COP Hardi Baktiantoro, Selasa, 7 Juli 2015.

Hardi menambahkan, setiap tahun dibuka satu kali pelatihan. Saat ini sekolah konservasi memasuki tahun kelima. Dalam setiap angkatan sekira 30 orang. Mereka menjalani pelatihan untuk mengenal orangutan, habitat, dan usaha pelestariannya. Mereka juga belajar dokumentasi, penelitian, dan komunikasi, termasuk memahami politik lingkungan dan konservasi.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, Program tersebut merupakan beasiswa yang didanai donatur. Peserta cukup membayar separuhnya sebesar Rp 400 ribu. Setiap calon peserta menjalani seleksi untuk mengumpulkan data, melakukan penelitian di lapangan seperti ke pasar burung dan lembaga konservasi ex-situ (di luar habitat asli orangutan).

“Membentuk generasi muda yang pro terhadap perlindungan satwa,” tegas Hardi.

Bagi peserta yang berpendidikan kedokteran hewan akan menjalani pelatihan upaya perawatan satwa liar. Sedangkan mahasiswa biologi meneliti satwa dan mahasiswa komunikasi dilibatkan berkampanye perlindungan satwa. Mereka dilibatkan untuk membuat film dokumentasi dan foto satwa di alam lepas.

“Materi ini tak pernah diterima dan diajarkan di kampus,” ujarnya.

Pendaftaran dan informasi bisa dilihat di situs jejaring sosial maupun situs COP. Para peserta akan mendapat pengalaman yang berbeda dan tak pernah dirasakan sebelumnya. Setelah mengikuti pelatihan mereka bisa terlibat dalam kampanye atau kembali ke lingkungan kerja dan tetap mendukung usaha konservasi satwa.

Salah satu kampanye yang berhasil dilakukan alumnus COP School adalah memprotes acara musik di sebuah lembaga konservasi ex-situ di Batu yang disiarkan langsung di televisi. Mereka memprotes tayangan yang tak mendidik dan melanggar kesejahteraan satwa ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Selanjutnya, KPI meneruskan surat protes ke stasiun televisi dan Kementerian Kehutanan.

Kementerian Kehutanan kemudian melayangkan surat ke Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia yang melarang penggunaan satwa dalam tayangan televisi, terutama dengan menunjukkan dan mempertontonkan perilaku yang tak sesuai dengan perilaku alami di habitatnya. (Safarianshah / DZ).

Tags: Centre for Orangutan ProtectionCOP SchoolSekolah Konservasi
Previous Post

Mahfud MD Prediksi KPK Akan Bubar 25 Tahun Lagi

Next Post

BKSDA Tetapkan Dua Tersangka Pemelihara dan Penjual Kukang

Related Posts

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km
Daerah

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km

April 6, 2026
Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter
Peristiwa

Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter

April 6, 2026
Daerah

BPBD DKI Laporkan 5 RT Terendam Banjir Rob di Kepulauan Seribu

Januari 4, 2026
Daerah

Gubernur ajak warga jaga kerukunan beragama ciptakan Papua harmonis

Januari 4, 2026
Peristiwa

Minggu, BMKG: Cuaca berawan hingga hujan terjadi di mayoritas RI

Januari 4, 2026
Peristiwa

Program Servis Motor Gratis Polri untuk Korban Banjir Sumatra Tuai Apresiasi dari Masyarakat

Desember 30, 2025

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved