Jakarta,IndonesiaVisioner. Sudah sebulan lebih penanganan kasus penyiraman Novel baswedan belum juga terungkap. Hal ini mengindikasikan ketidakseriusan pihak Kepolisian dalam mengungkap dalang dibalik aksi teror tersebut.
“Publik akan menilai polisi gagal jika kasus ini tidak kunjung terungkap” demikian yang disampaikan Direktur Institute garuda nusantara Romadhon Jasn di Jakarta (19/5/17)
Romadhon juga menambahkan, Dibebaskannya Mico oleh Polda Metro Jaya karena tidak terbukti terlibat penyerangan terhadap Novel Baswedan, hal ini menambah daftar panjang kekecewaan publik kepada aparat kepolisian
Polisi kata Romadon, harus lebih berani dalam mengambil tindakan penyelidikan. jika tidak juga terungkap, Presiden harus bentuk tim independen dalam membongkar siapa dibalik aksi teror tersebut
“Bagimana bisa mengetahui siapa yang memerintahkan untuk menyiram novel, sedangkan penyiram saja belum juga ketangkap” kesal Romadon
Penyiraman ini tidak berdiri sendiri, ada kaitannya dengan orang-orang yang sementara diperiksa Novel. baik sebagi saksi maupun tersangka, dari sana dapat dijadiakan acuan siapa kira-kira yang menjadi dalang dibalik tindakan teror tersebut
“Negara tidak boleh kalah, negara harus mampu memberikan rasa adil kepada setiap warga negaranya. jangan karena perbuatan satu atau dua orang terduga korupsi mengakibatkan institusi pengadil tidak lagi dipercaya rakyat” tegasnya
Banyak (publik) yang membaca pelaku adalah suruhan, sehingga penting untuk menagkap siapa yang menyuruh pelaku. polisi harus lebih serius lagi, ini menyangkut kredibilits institusi polri di mata publik. tutupnya (Mr.Vis)






