Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Kolaborasi Wadah Pegawai (WP) KPK bersama Masyarakat Sipil Gelar Aksi 700 Detik Melawan Dengan Bahasa Diam

by Visioner Indonesia
Maret 14, 2019
in HUKUM
Reading Time: 2min read
Kolaborasi Wadah Pegawai (WP) KPK bersama Masyarakat Sipil Gelar Aksi 700 Detik Melawan Dengan Bahasa Diam

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI)

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malam ini (12/3) terasa berbeda. Sunyi dan gelap menyelimuti atmosfer pelataran lobi gedung. Lampu-lampu dipadamkan, suasana hening, pegawai KPK dan sejumlah masyarakat sipil yang hadir irit bicara.

Tepat pukul 19.00 seorang pegawai wanita membuka aksi di hadapan peserta dan media. “Hari ini, tepat 700 hari penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Hingga kini kondisi matanya belum pulih benar. 700 hari kami semua sudah bersuara lantang. Kami sudah meminta keadilan. Tapi sudah 700 hari belum juga ada titik terang siapa penyerang Novel Baswedan. Maka hari ini kami sepakat untuk melakukan aksi diam,” ujar Tri Artining Putri, anggota Wadah Pegawai KPK.

Aksi diam merupakan kolaborasi Wadah Pegawai (WP) KPK bersama masyarakat sipil. Aksi ini dilakukan sebagai simbol karena pegawai KPK dan masyarakat sipil merasa sudah cukup menyuarakan penuntasan kasus ini. Semua yang hadir sadar betul bahwa aksi ini tidak akan mengembalikan penglihatan Novel Baswedan, tapi keadilan masih diharapkan.

Ketua WP KPK Yudi Purnomo juga mengungkapkan kekhawatirannya jika penyerangan terhadap Novel tidak terungkap. Menurutnya, ini bisa menjadi preseden bagi koruptor atau siapa pun untuk menyerang pejuang antikorupsi tanpa khawatir jerat hukuman. Kondisi ini dinilainya sangat tragis di tengah janji-janji pemberantasan korupsi. Setelah 700 hari pasca penyerangan, pelaku masih bebas beraktivitas, merdeka, tanpa ada efek jera.

“Ini bukan hanya tentang Novel Baswedan. Ini tentang KPK, dan pemberantasan korupsi di Indonesia.” Ujarnya.

Ia mengatakan, berbagai suara sudah disuarakan, berbagai aksi telah dilakukan, protes dan aksi sudah digelar “Kami menunggu realisasi janji pimpinan negeri ini untuk membongkar kasus penyerangan Novel Baswedan. Diam adalah bahasa terakhir saat lidah kita semua sudah membeku menjeritkan keadilan. Mari bersama, selama 700 detik melawan dengan bahasa diam” ajak Yudi.

Selama 700 detik, pegawai dan masyarakat sipil yang hadir mengunci mulutnya, duduk berdampingan di lantai sembari menggenggam light stick sebagai penerang. Suasana hening menyelimuti aksi selama 700 detik. Tidak ada sepatah kata yang diucapkan, semua diam.

Suasana gelap selama aksi seperti mempertanyakan, mengapa kasus ini masih saja gelap dan belum menemukan titik terang. Aksi kemudian ditutup dengan pembacaan puisi karya Wiji Thukul yang bertajuk Sajak Suara.

Sumber : kpk.go.id

Previous Post

Netralitas ASN Digadaikan Demi Kepentingan Politik Caleg. Muhammad Iskandar Zulkarnain “MI & Rudi Mas’ud Langgar Kode Etik ASN”

Next Post

Mengikat Generasi Millenial, Josmart Jawa Timur Adakan Lomba Futsal

Related Posts

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan
HUKUM

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

April 21, 2026
Polri Bentuk Satgas Penanganan Haji dan Umroh Ilegal
HUKUM

Polri Bentuk Satgas Penanganan Haji dan Umroh Ilegal

April 21, 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap 2 KKB Penembak Ojek di Papua
HUKUM

Satgas Damai Cartenz Tangkap 2 KKB Penembak Ojek di Papua

April 21, 2026
BNI Akan Kembalikan Dana Hilang Rp28 M Gereja Aek Nabara
BUMN

BNI Akan Kembalikan Dana Hilang Rp28 M Gereja Aek Nabara

April 19, 2026
Apresiasi Langkah Bareskrim Polri Jaga Stabilitas Domestik dari Mafia Asing
HUKUM

Apresiasi Langkah Bareskrim Polri Jaga Stabilitas Domestik dari Mafia Asing

April 19, 2026
JAMMA Apresiasi Respons Cepat Gubernur Pramono Tangani Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta
HUKUM

KMI Apresiasi Langkah Tegas Polri Bongkar Penyelundupan Bawang Ilegal

April 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

TERPOPULER

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved