Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

“Polisi Cilik dan Dukungan Masyarakat : Strategi Polri Bentuk Generasi Tertib Lalu Lintas”

by Visioner Indonesia
Juli 6, 2025
in HUKUM
Reading Time: 2min read

Jakarta, 6 Juli 2025 — Korlantas Polri kembali menguatkan komitmennya dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dengan memperluas program Polisi Cilik (Pocil) ke seluruh Indonesia. Program ini dinilai efektif menanamkan kedisiplinan sejak usia dini sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

Dalam keterangan tertulisnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa perluasan program Pocil merupakan bentuk pendekatan edukatif Polri agar keselamatan berlalu lintas menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Anak-anak adalah agen perubahan. Melalui Polisi Cilik, mereka tidak hanya belajar tertib berlalu lintas, tetapi juga menjadi teladan bagi lingkungannya,” ujar Irjen Agus, Sabtu (5/7/2025).

Kegiatan Pocil selama ini dikenal menggabungkan disiplin baris-berbaris, pengetahuan rambu lalu lintas, hingga keterampilan kepemimpinan. Polri melihat bahwa anak-anak peserta program ini dapat menjadi penggerak nilai-nilai positif, terutama di lingkungan sekolah dan keluarga.

Lebih dari sekadar ajang seremonial, program Pocil telah berjalan di berbagai daerah dan terbukti mendapat respons positif dari para guru, orang tua, dan masyarakat luas. Ke depan, Korlantas berencana menjalin kolaborasi dengan kementerian pendidikan dan pemerintah daerah untuk integrasi lebih sistematis dalam kurikulum sekolah dasar.

Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) menyambut baik langkah Polri ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun ketertiban sosial. Ketua JAN, Romadhon Jasn, menilai Pocil adalah bentuk soft power Polri yang menyentuh akar masyarakat.

“Program ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya represif, tapi juga edukatif dan humanis. Ini harus didorong terus,” terang Romadhon di Jakarta.

JAN juga mendorong agar program Pocil tidak sekadar bersifat insidental, tetapi diintegrasikan dengan kegiatan literasi, kampanye anti-bullying, serta pelatihan kepemimpinan yang relevan dengan dinamika anak dan remaja masa kini.

Menurut data Korlantas, daerah-daerah yang aktif menjalankan program Pocil mengalami peningkatan kesadaran lalu lintas dan penurunan pelanggaran ringan yang melibatkan pelajar. Ini membuktikan bahwa edukasi dini mampu membentuk pola pikir masyarakat yang lebih sadar hukum.

Irjen Agus juga menyampaikan harapannya agar Pocil dapat menjadi gerakan nasional yang mengakar.

“Kami ingin setiap anak di Indonesia punya kesempatan untuk belajar keselamatan sejak dini. Ini bukan soal seragam, tapi soal tanggung jawab dan karakter,” tulisnya dalam pernyataan resmi.

Dengan langkah ini, Polri tidak hanya menjaga keamanan jalan raya, tapi juga menanam benih kesadaran sejak dini demi Indonesia yang lebih tertib dan beradab.

Previous Post

Gaspol Turunkan Stunting: Fokus Kemendukbangga Sasar Ibu Hamil dan Balita

Next Post

IKATAN WARTAWAN ONLINE UMUMKAN POTENSI KORUPSI DI 52 DESA LABUAN BATU SELATAN

Related Posts

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”
HUKUM

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Agustus 21, 2026
Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain
HUKUM

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

Agustus 21, 2026
DPR Minta Polisi Cari Dalang Sindikat Materai Palsu
HUKUM

DPR Minta Polisi Cari Dalang Sindikat Materai Palsu

Agustus 21, 2026
MA: Jaksa Tak Bisa Banding atau Kasasi Putusan Bebas, Ini Alasannya
HUKUM

MA: Jaksa Tak Bisa Banding atau Kasasi Putusan Bebas, Ini Alasannya

Agustus 21, 2026
Eks Dirut PGN Divonis 4 Tahun Bui terkait Korupsi Jual Beli Gas
HUKUM

Eks Dirut PGN Divonis 4 Tahun Bui terkait Korupsi Jual Beli Gas

Agustus 20, 2026
Enam Kepala Dinas di Bogor Tak Bisa Dihubungi, KPK Diduga Gelar OTT
Daerah

Enam Kepala Dinas di Bogor Tak Bisa Dihubungi, KPK Diduga Gelar OTT

Agustus 20, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

TERPOPULER

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved