Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Gaspol Turunkan Stunting: Fokus Kemendukbangga Sasar Ibu Hamil dan Balita

by Visioner Indonesia
Juli 6, 2025
in Ekonomi
Reading Time: 2min read

JAKARTA – Pemerintah kembali menegaskan komitmen penurunan angka stunting dengan sasaran utama pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menyebut pendekatan ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar kelompok paling rentan tidak terlewat dari intervensi program percepatan stunting.

Wihaji menjelaskan bahwa sejak 1 Juli 2025, tim dari Kemendukbangga/BKKBN telah melancarkan pendataan di daerah rawan. Targetnya adalah menjangkau 1,4 juta keluarga berisiko stunting, khususnya dari kelompok Desil 1—keluarga termiskin. Data ini akan menjadi dasar penyaluran bantuan makanan bergizi tambahan (MBG) serta pemantauan berkala.

Kini Kemendukbangga/BKKBN bekerja secara terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan, Badan Pangan Nasional, dan Badan Gizi Nasional. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar distribusi MBG dan evaluasi dampak gizi benar-benar tepat sasaran dan tidak ada yang “lewat”—khususnya bayi dan balita dari keluarga sangat miskin.

Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, memberikan apresiasi terhadap pendekatan menyeluruh ini. “Sasaran langsung ke kelompok ibu hamil dan balita adalah langkah cepat dan tepat. Ini memperlihatkan negara hadir dalam menjaga masa depan anak-anak kita,” ujar Romadhon Jasn, Minggu (6/7/2025)

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting turun menjadi 19,8 persen, mendekati target 20,1 persen. Namun, Wihaji dan para pihak mengingatkan bahwa jumlah ini masih tinggi—karenanya program percepatan ini harus digaspol agar prevalensi terus menurun secara nyata.

Intervensi yang dilakukan meliputi pendataan intensif selama tiga minggu, distribusi MBG, edukasi gizi, serta penguatan peran kader Posyandu dan bidan desa. Semua bagian dipastikan menyasar keluarga paling rentan, bukan hanya peserta KB atau keluarga pra-sejahtera biasa.

Romadhon Jasn menekankan pentingnya data akurat dalam pelaksanaan program. “Program ini hanya akan efektif bila didukung sistem data berbasis SIGA terpadu dan real-time. Jika satu keluarga tidak masuk database, maka mereka akan terlewat,” tegas Romadhon.

Lebih lanjut, Wihaji menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kata kunci: antara pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Mekanisme koordinasi ini harus berjalan lancar agar intervensi stunting benar-benar merata hingga desa-desa terpencil.

Romadhon kembali mengingatkan agar penggunaan DBH‑CHT dan anggaran gizi lebih diarahkan ke daerah dengan prevalensi stunting tinggi. “Dana harus tepat sasaran, tidak tersedot oleh birokrasi, serta diukur hasilnya. Transparansi dalam pelaporan akan membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

Dengan upaya strategis ini, Kemendukbangga/BKKBN berharap angka stunting bisa terus turun hingga mencapai target di bawah 15 persen pada akhir 2025. Keberhasilan program ini akan menjadi bukti nyata bahwa pendekatan data-driven dan kolaboratif adalah kunci memutus rantai stunting—menegaskan aspirasi visi Pemerintah untuk mencetak generasi emas 2045.

Previous Post

Pramono Anung: “Anak dari Keluarga Miskin Tetap Harus Bisa Sekolah dan Sehat”

Next Post

“Polisi Cilik dan Dukungan Masyarakat : Strategi Polri Bentuk Generasi Tertib Lalu Lintas”

Related Posts

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat
Ekonomi

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

Agustus 21, 2026
Nasib Saham BUMN yang Merugi: Suspensi & Ancaman Delisting
BUMN

Nasib Saham BUMN yang Merugi: Suspensi & Ancaman Delisting

Agustus 21, 2026
Daftar BUMN Rugi Bertahun-tahun: WIKA Paling Terpuruk, Danantara Frustasi
BUMN

Daftar BUMN Rugi Bertahun-tahun: WIKA Paling Terpuruk, Danantara Frustasi

Agustus 21, 2026
Purbaya Siapkan Rp5 Triliun untuk Penanganan Gempa NTT
Ekonomi

Purbaya Siapkan Rp5 Triliun untuk Penanganan Gempa NTT

Agustus 17, 2026
Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026
BUMN

Emas Antam Naik di Hari Kemerdekaan RI, Jadi “Kado Manis” bagi Investor

Agustus 17, 2026
Rupiah Menguat di Hari Kemerdekaan, Tembus Rp17.793 per Dolar AS
Ekonomi

Rupiah Menguat di Hari Kemerdekaan, Tembus Rp17.793 per Dolar AS

Agustus 17, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

TERPOPULER

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved