
BANDUNG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan silaturahmi Ramadan di Mapolda Jawa Barat bersama jajaran Forkopimda dan elemen lintas sektoral, Rabu (4/3/2026). Agenda buka puasa bersama yang dihadiri Gubernur Dedi Mulyadi hingga komunitas ojek online ini merupakan upaya konsolidasi nasional dalam merespons dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ketahanan domestik Jawa Barat diposisikan sebagai variabel penting dalam menjaga stabilitas Kamtibmas saat dinamika global berada pada titik yang tidak menentu.
Dinamika internasional yang memanas menuntut soliditas internal yang melampaui sekat-sekat sektoral. Jenderal Sigit menegaskan bahwa kebersamaan antara buruh, mahasiswa, dan budayawan merupakan prasyarat agar program strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tidak terinterupsi oleh turbulensi luar negeri. Persatuan dipandang sebagai alat navigasi utama agar Indonesia tetap mampu menjalankan amanat kesejahteraan di tengah tekanan global yang kian eskalatif.
“Narasi persatuan yang dibangun di Jawa Barat adalah jawaban logis atas ketidakpastian global saat ini. Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) memandang langkah ini sebagai sinkronisasi antara kebijakan luar negeri Presiden Prabowo dan stabilitas akar rumput, sehingga energi bangsa tidak habis untuk konflik horizontal, melainkan terfokus pada penguatan ketahanan nasional,” ujar Ketua JAN, Romadhon Jasn, Kamis (5/3/2026).
Potensi gangguan pada rantai pasok energi dan pangan akibat konflik Timur Tengah menuntut kewaspadaan kolektif tanpa perlu terjebak dalam respons berlebihan. Jawa Barat, dengan kompleksitas sosialnya, diharapkan menjadi jangkar bagi wilayah lain dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi. Pertemuan lintas elemen ini menjadi sinyal bahwa stabilitas bukan hasil dari represi, melainkan buah dari dialog yang inklusif.
“Kehadiran otoritas keamanan di tengah mahasiswa dan buruh saat Ramadan adalah bentuk diplomasi internal yang jernih. Romadhon Jasn menilai bahwa sinergi ini merupakan antitesis terhadap upaya disintegrasi, di mana kekuatan argumen tentang persatuan jauh lebih efektif untuk meredam dampak psikologis dari krisis global yang sedang terjadi,” tegas Romadhon dengan nada rasional.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pesannya mengapresiasi terjaganya kerukunan di Jawa Barat sebagai cermin stabilitas nasional yang harus dirawat secara berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah perlu tetap fokus melaksanakan amanat pembangunan guna menjamin pertumbuhan ekonomi rakyat berada pada jalur yang semestinya. Persatuan seluruh elemen bangsa menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap guncangan eksternal tidak sampai meruntuhkan fondasi kesejahteraan masyarakat.
“Stabilitas Kamtibmas adalah modalitas utama bagi keberlangsungan ekonomi dalam situasi anomali global. Romadhon Jasn melihat bahwa dukungan publik terhadap konsolidasi ini merupakan bukti bahwa masyarakat memahami korelasi antara keamanan dalam negeri dengan kapasitas negara dalam menghadapi tantangan geopolitik yang kompleks,” tambahnya.
Sinergi TNI-Polri bersama tokoh lintas agama seperti Gus Muwafiq dalam forum ini mempertegas bahwa ketahanan nasional dibangun di atas fondasi kemajemukan. Kesepakatan untuk menjaga “rumah sendiri” agar tetap damai menjadi tugas kolektif yang tidak bisa ditawar dalam menghadapi turbulensi eksternal. Dengan koordinasi daerah yang presisi, ruang bagi masuknya sentimen global yang destruktif dapat diminimalisasi secara sistematis.
“Masa depan Indonesia Emas 2045 hanya mungkin dicapai melalui stabilitas yang autentik, bukan artifisial. Romadhon Jasn meyakini bahwa rajutan sosial yang diperkuat Polri hari ini adalah investasi akal sehat untuk memastikan kedaulatan bangsa tetap kokoh di tengah badai geopolitik yang menguji nyali setiap negara di dunia,” pungkasnya menutup pernyataan secara elegan.





