Publik Yakin Polri Mampu Tangani Black September, Pendekatan PRESISI Kunci Sukses

JAKARTA, – Belakangan ini, kata “Black September” ramai dibicarakan. Isu ini bukan sekadar wacana, tapi perhatian serius aparat keamanan. Di tengah situasi itu, publik menyuarakan keyakinan bahwa Polri sanggup menjalankan tugasnya: menjaga keamanan dan ketertiban, tanpa mengabaikan hak-hak sipil yang dilindungi UUD 1945 dan UU No. 9 Tahun 1998.

Keyakinan ini bukan tanpa dasar. Polri punya rekam jejak kuat dalam mengawal aksi-aksi besar. Pengamanan aksi 27 Agustus lalu jadi bukti nyata. Saat itu, massa menyampaikan aspirasi, dan Polri mengawal dengan pendekatan humanis. Tidak ada senjata api, tidak ada represi. Semua berjalan tertib dan kondusif.

“Kami melihat langsung bagaimana Polri bekerja di lapangan. Aksi 27 Agustus adalah contoh nyata. Massa menyampaikan aspirasi, Polri mengawal dengan humanis. Tidak ada kekerasan, tidak ada provokasi yang dibiarkan. Semua berjalan sesuai prosedur,” ujar Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Romadhon Jasn, dalam pernyataannya, Jumat (11/9/2026).

Paradigma PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai sebagai fondasi yang tepat. Pendekatan ini menempatkan deteksi dini, komunikasi terbuka, dan deeskalasi sebagai prioritas utama, bukan penindakan.

“Pendekatan PRESISI mendorong Polri bersikap proaktif, bukan reaktif. Deteksi dini, komunikasi terbuka, dan deeskalasi jadi prioritas utama. Penegakan hukum adalah upaya terakhir, bukan yang pertama. Ini yang membuat publik tenang,” tegas Romadhon.

Kunci keberhasilan ada pada konsistensi. Setiap tindakan harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum (pro justitia), proporsional terhadap ancaman nyata, dan selalu menjunjung martabat manusia. Publik menaruh harapan besar agar prinsip ini terus dipegang.

“Jangan biarkan provokasi merusak ketenangan yang sudah terjaga. Kami percaya Polri mampu mengelola situasi. Mari sampaikan aspirasi dengan santun, dan percayakan pengamanan pada aparat yang telah terlatih,” pungkas Romadhon.

Harapan publik jelas: Black September jangan sampai jadi momok yang menakutkan. Dengan pendekatan PRESISI dan dukungan semua pihak, aksi apa pun bisa dikelola dengan damai. Masyarakat yakin Polri bisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru