Merasa layak bertarung dalam pemilihan umum (Pemilu) pada tahun 2019 mendatang, Ketua Umum Partai Bulan Bintang(PBB) Yusril Ihza Mahendra berharap partainya tidak lagi melewati tahap verifikasi.
Hal ini menurut Yusril didasarkan pada realita bahwa partainya sudah sering mengikuti pemilu. Usai bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, di Gedung Kemenkumham Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (30/6) Yusril mengatakan, “Mudah-mudahan pemilu yang akan datang tidak ada verifikasi lagi terhadap PBB, karena PBB sudah berkali kali ikut pemilu,”
Lebih lanjut katanya, seharusnya partai yang layak diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) nanti adalah partai-partai yang baru pertama kali mengikuti pemilu. “Sebaiknya verifikasi dilakukan terhadap parpol yang baru berdiri,” Tuturnya
Ia pun berharap nantinya tidak ada verifikasi terhadap partainya, Bahkan Yusril menilai jelang Pemilian Kepala Daerah (Pilkada) serentak nantinya akan ditemukan banyak mekanisme yang mengalami perubahan. Dia juga menganggap perlu adanya pembahasan dalam inisiatif yang dicetuskan pemerintah untuk selanjutnya dibentuk UU Pemilu baru yang kemudian diteruskan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
“Kami menyampaikan harapan mudah mudahan tidak ada lagi ketentuan parliamentary tresshold dan presidential tresshold karena pelaksanaan pemilu akan dilaksanakan serentak pada hari yang sama,”Imbuhnya
Seperti diketahui, pada pemilu 2014 lalu PBB tidak bisa bertarung bersama dengan beberapa partai besar lainnya karena tidak bisa memenenuhi parliamentary treshold dan juga presidential treshold. Itu makanya Yusril berharap pada pemilu 2019 mendatang syarat tersebut tidak ada lagi.






