Pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 memunculkan sikap pesimis dikalangan masyarakat. Lantaran melihat berbagai masalah muncul seperti KPU yang tidak siap, hasil audit BPK terhadap KPU, problematika di Partai Golkar dan PPP, masalah keamanan dan sebagainya.
Sikap masyarakat ini menjadi permasalahan penting yang harus disikapi oleh pemerintah. “Masyarakat tidak bisa berharap pelaksanaan Pilkada serentak akan maksimal. Terlalu banyak masalah yang muncul. Semua terlihat tidak siap. Berbagai masalah seperti kinerja KPU, faktor keamanan, masalah internal partai dan lain sebagainya membuat masyarakat justru khawatir dan was-was terhadap pelaksanaan pilkada serentak ini,” ujar pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, ketika dihubungi, Senin (27/7).
Pilkada Serentak Belum Siap, sikap Masyarakat yang masih dibinggungkan dengan kondisi KPU, masalah konflik partai juga menjadi alasan tambahan kenapa Masyarakat pesimis. Margarito Kamis melihat kesalahan KPU yang fundamental terkait aturan KPU yang membolehkan partai yang sedang berkonflik untuk mendaftarkan calon mereka.
“Nantinya akan kacau lagi, partai lain bisa menggugat juga kalau partai yang berkonflik ini bisa maju Pilkada, karena tentunya akan ditanyakan masalah keabsahan SK yang mana yang akan digunakan,” tegasnya.
Lebih lanjut Margarito menambahkan, Sepinya pendaftaran calon kepala daerah juga menjadi salah satu bukti, betapa rumitnya pelaksanaan Pilkada Serentak Belum Siap. Baginya, sepinya pendaftaran bukan disebabkan kurangnya sosialisasi, tapi karena rumitnya mendapatkan partai yang mencalonkan.
Para calon tersebut masih di binggungkan dengan sistem dan pola rekrutmen, sehingga para calon kepala daerah yang ingin mendaftarkan diri membutuhkan macam-macam hal untuk bisa mendapatkan dukungan partai. “Terlihat betul partai tidak punya sistem dan pola untuk merekrut calon,” katanya.
Terakhir dijelaskan oleh Margarito, selama ini hampir tidak ada dalam pelaksanaan Pilkada yang tidak ada konflik. Oleh karena itu aspek keamanan harus disiapkan betul termasuk masalah anggarannya. Jangan sampai menurut Margarito Pilkada Serentak Belum Siap jadi ajang kekacauan serentak.
“Kalau aspek keamanan tidak diperhatikan, kita tahu setiap Pilkada hampir tidak ada yang tidak rusuk. Kalau aspek keamanan tidak diperhatikan, ajang Pilkada serentak bias jadi ajang kekacuaan serentak. Ini tentunya tidak ada satupun warga Negara Indonesia yang menginginkanya.
Baca : ( Anggaran Belum Siap, Golkar Usul Pilkada Serentak Ditunda )






