Djarum Foundation kembali menunjukkan kepeduliannya pada olah raga di tanah air, untuk kali ini kekhususan diberikan pada cabang olahraga Bridge. Djarum Foundation Perduli berikan bonus besar dikucurkan bagi atlet-atlet Bridge yang baru saja memenangkan APBF Championship di Bangkok.
Tim Bridge senior Indonesia yang terdiri dari Michael Bambang Hartono, Munawar Sawiruddin, Hengky Lasut, Eddy Manopo, Denny Sacul, dan Bert Toar Polii berhasil meraih emas di APBF 2015. Masing-masing dari mereka akan menerima uang tunai sebesar Rp 25 juta dari Djarum Foundation Perduli.
Sementara pada kategori pasangan, Denny Sacul dan Bert Toar Polii sukses menyabet perak di ajang itu. Mereka pun mendapat Djarum Foundation Perduli guyuran bonus sebesar Rp 10 juta.
“Terima kasih atas apresiasi dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Penghargaan ini tentu menambah dan melecut motivasi kami. Kini kami memasang target untuk menjadi juara dunia dalam kejuaraan dunia bridge di Chennai pada September mendatang,” ujar Denny Sacul di sela-sela acara pemberian penghargaan, Rabu (24/6).
Bakti Olahraga Djarum Foundation sendiri sudah membina cabang olahraga Bridge di Indonesia sejak 1969. Hal itu bukannya tanpa alasan. Menurut Djarum, Bridge adalah cabang olahraga yang bisa mengangkat derajat Indonesia di kancah Internasional.
PB GABSI Targetkan Asia Games 2018
Sementara itu Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) berharap bridge bisa masuk menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games 2018 di Tanah Air karena mempunyai peluang untuk menyumbang emas.
Diperjelas oleh Ketua PB GABSI Ekawahyu Kasih di Jakarta, Selasa mengatakan, atlet bridge Indonesia saat ini sudah mempunyai nama besar terutama dikawasan Asia-Pasifik. Bahkan, atlet Indonesia juga sudah mampu menjadi juara dunia.
“Dua emas di Asian Games bisa diraih. Ini akan menambah pundi-pundi emas dan bisa menaikkan peringkat kita. Makanya, kami berharap pemerintah bisa mendorong agar bridge dipertandingkan di Asian Games,” katanya.
Atlet bridge Indonesia, kata dia, sudah masuk jajaran lima besar dunia. Kondisi ini menunjukkan jika prestasi atlet Indonesia pantas dibanggakan dan perpeluang menjadi cabang pengumpul medali emas pada kejuaraan empat tahunan itu.


