Jakarta, IndonesiaVisioner-. Sebagai generasi yang lahir dan tumbuh besar di Tanah Papua, saya mendukung penuh pernyataan sikap yang disampaikan Dewan Adat Papua (DAP) terkait perihal kasus yang sedang dihadapi Fahri Hamzah.
Hal ini disampaikan oleh Amyjaya, Tokoh muda nasional asal Papua di Gedung Senayan, Kamis (07/04/2016)
Respon Dewan Adat Papua (DAP) harus dibaca sebagai bentuk perhatian institusi kultural terhadap kondisi demokrasi seperti tidak menghargai hak konstituen dan kedaulatan rakyat. Lanjut Sekjen PB HMI ini.
“saya sebagai pemuda yang lahir dan tumbuh di atas tanah papua, tentu harus menghargai nilai dan aspirasi kultural tersebut” sambung amy.
Amy menambahkan, sikap dewan Adat Papua (DAP) pun harus dinilai oleh DPP PKS bahwa ada realitas politik dimana rakyat papua yang non muslim memberikan trust untuk PKS sebagai salah satu partai islam yang bisa mewadahi aspirasi rakyat papua.
“Mestinya PKS melihat ini sebagai gerak menjaga keseimbangan kerukunan antar umat di tanah papua. Bukan mengeluarkan keputusan yang melukai hati rakyat di papua” sesal Amy
Jika PKS tidak mengindahkan sikap Dewan Adat Papua sebagai representasi kultural. Bisa dipastikan PKS akan kehilangan basis nya. Bahkan bisa saja diusir dari tanah papua. Sebab masih ada partai islam lain nya lebih bertanggungjawab menjaga keseimbangan antar umat beragama di tanah papua. Kecam mantan ketua Umum HMI Jayapura ini.
Senada dengan Amy, Masyhur Harahap, tokoh muda Nasional asal Nusa Tengga Barat (NTB) pun angkat bicara. Masyhur juga mengungkapkan rasa pmenyesalannya atas sikap PKS yg memecat Fahri Hamzah sabagai Pimpinan DPR dan keanggotaannya.
Padahal sambung Masyhur, ditengah realitas demokrasi yang sedang berkembang ini, sosok seperti Fahri Hamzah sangat dibutuhkan oleh Rakyat untuk mengimbangi berjalannya pemerintahan. Bagi Masyhur, sosok tegas dan berani seperti Fahri sangat langka di zaman ini. Sehingga alasan pemecatannya sangat tidak masuk diakal.
“Bicara lantang atau keras itukan sudah menjadi tugas anggota DPR. Namanya juga anggota Parlemen, yang harus bicara, sebab bicarakan salah satu fungsi DPR” kata masyhur
Masyhur juga menganggap bahwa prilaku elit PKS adalah wujud pembunuhan terhadap Demokrasi, sehingga PKS sudah tidak cocok untuk dijadikan alat perjuangan maupun dakwah.
“Mustahil hanya karena karakter, gaya bicara yang keras dan lugas itu orang menjadi tidak simpatik. Islam juga kan menyuruh kita untuk mengatakan kebenaran meski pahit” tambah mantan ketua umum Badko HMI Nusa Tenggara (Bali, NTB dan NTT) terabut.
Ratusan ribu rakyat NTB telah memilih Fari Hamzah sebagai wakilnya, dan itu berangkat dari Figur Fahri Hamzah yang ditermia disemua lapisan masyarakat NTB, ini yang harus menjadi catatan penting bagi presiden PKS dan Dewan syuro
“rakyat yang pilih kok partai main pecat-pecat aja?, ini kan sama dengan membajak hak-hak rakyat, merampas hak-hak rakyat” sambung pemuda asal Pulau Sumbawa ini.
Saya melihat, Ada upaya pemusnahan generasi Aktivis Islam di tubuh Bangsa kita hari ini, jika rezim yang lalu tumbalnya adalah Anas Urbaningrum yang santun dan bijak yang dihantam Demokrat, sekarang giliran FH yang lantang juga menerima nasib yang serupa.
” ini harus menjadi catatan kritis” ucapnya. (MR. Vis)






