
Visioner.id, Jakarta: Sebanyak tujuh perusahaan di Indonesia bakal melepar sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2016. Tujuh perusahaan ini nantinya akan melantai di pasar modal dengan nilai emisi yang beragam.
Berdasarkan data otoritas jasa keuangan (OJK) nama-nama yang bakal merealisasikan IPO itu di antaranya PT Graha Andrasentra Propertindo, PT Cikarang Listrindo, PT Sillo Maritime Perdana, PT Duta Intidaya, PT Protech Mitra Perkasa, PT Capital Financial Indonesia, dan PT Megapower Makmur.
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK M Noor Rachman, tujuh perusahaan yang merealisasikan penawaran umum perdana sahama atau Initial Public Offering (IPO) itu menggunakan buku November 2015 dan buku terbaru Maret hingga akhir Mei 2016.
“Ada tujuh perusahaan yang sudah masuk pipe line OJK dan siap meluncur jadi perusahaan publik di tahun ini. Masing-masing perusahaan ada yang gunakan November 2015, Maret 2016 hingga buku terbaru di Mei 2016,” ucap Noor Rachman, di Kantor Pusat OJK, Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (31/5/2016).
Selain IPO, lanjut Noor, OJK juga menyetujui lima perusahaan mencatatkan obligasi dan dua perusahaan menerbitkan surat utang berbentuk sukuk. Aksi korporasi ini diharapkan bisa segera terlaksana dan nantinya bisa berjalan sesuai harapan semua pihak.
Lima perusahaan yang menerbitkan obligasi yakni PT Pelindo I (Persero) sebesar Rp1 triliun, PT PP Properti Tbk (Persero) (PPRO) sebesar Rp800 miliar, PT Intiland Development Tbk (DILD) sebsar Rp800 miliar, PT Angkasa Pura II sebesar Rp2 triliun, dan PT Indonesia Infrastructure Finance sebesar Rp2 triliun.
“Dua perusahaan yang menerbitkan sukuk ada PT BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebesar Rp80 miliar dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk sebesar Rp1,5 triliun,” imbuh Noor Rachman. (mkr)






