Visioner.id, Jakarta- Calon pencarian direktur utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) sudah di bawa ke presiden Jokowi. Informasi beredar satu nama yang dibawa ke istana. Diharapkan mengerti mengenai seluk beluk industri minyak dan gas (migas).
Sangat penting bagi seorang nomor satu di perusahaan pelat merah ini mengerti seluk beluk dunia migas, agar tidak salah dalam pengelolaannya. Bahkan lebih diutamakan yang memahami energi secara umum bukan hanya migas.
“Penting dan syarat mutlak dirut baru paham migas saat ini, agar kita tidak salah menempatkan orang,” ungkap Koordinator Forum Peduli BUMN Romadhon Jasn, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (13/3/2017).
Dia pun mengkritisi proses yang dijalankan Menteri BUMN Rini Soemarno terhadap Pertamina. Menurutnya hal itu adalah sebuah kesewenang-wenangan, sebuah bentuk sikap yang merasa bahwa Pertamina dan BUMN lainnya adalah miliknya sehingga mengabaikan ekspektasi publik.
“Padahal publik sangat berharap bahwa dirut Pertamina yang terpilih adalah mampu membawa Pertamina menjadi penghasil keuntungan bagi negara, bukan seperti sekarang selalu teriak rugi,” ujar dia.
Dia pun menyarankan agar Menteri BUMN melakukan fit and proper test terlebih dahulu melakukan uji integritas para calon melalui KPK, sesuai dengan kesepakatan Presiden Joko Widodo dengan pihak KPK.
“Setelah lolos dari KPK baru di fit and propert test, tanya visinya, mengerti tidak seluk beluk migas, punya insting investigasi tidak, berani melawan mafia tidak? Jangan langsung menunjuk dan mengendorse seseorang terutama yang justru bermasalah,” ujarnya.
Menteri BUMN Rini Soemarno sempat menyebut bahwa syarat utama sosok Dirut Pertamina adalah kemampuan memimpin dan manajerial,” tukas Rini beberapa waktu lalu.






