Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

MEMBANGUN RELASI AGAMA DAN NEGARA “Suatu Testimoni MHR. Shikka Songge”

by Aulia Rachman Siregar
April 3, 2017
in Opini
Reading Time: 2min read
MEMBANGUN RELASI AGAMA DAN NEGARA “Suatu Testimoni MHR. Shikka Songge”
0
SHARES
208
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dr. Ali Mochtar Ngabalin, MA Ketua Umum Badan Koordinasi Muballigh Se Indonesia, mengembangkan suatu tradisi dakwah dengan menjaga relasi antara agama dan negara. Ali senantiasa merawat relasi antara sesama anak bangsa. Yaitu membangun harmonisasi antara juru dakwah muballigh ulama ustadz dengan para penyelenggara negara.

Sebagai muballigh Ali memerankan tugasnya sebagai katalisator yang menjaga keseimbangan di tengah kelompok yang bertikai untuk patuh pada garis kebenaran. Tidak boleh ada gesekan antara muballigh dan penyelenggara pemerintahan, atau pengelola negara, bila itu yang terjadi maka yang korban adalah ummat atau rakyat.

Tujuan penting lainnya dalam pendekatan ini untuk mencegah jangan ada kedzaliman kekuasaan yang melampaui batas sehingga mencederai ummat dan ujungnya bangsa menjadi melemah dan bisa bercerai berai. Muballigh adalah rantai emas yang menjahit relasi dan jalinan kebangsaan antara kita sesama anak bangsa.

Dalam berbagai kesempatan Dr. Ali mengunjungi ummat di seluruh penjuru negeri : Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Banten, Yogyakarta, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, Riau, Aceh, Sumatra Utara, Maluku, Jawa timur, Madura, NTB, Jawa Tengah, Jawa Barat, Papua dan berbagai kampung kota di sudut negeri ini menyebarkan diplomasi dakwah atau risalah dakwa kepada seluruh anak negeri. Juga membangun komunikasi dengan pejabat setempat agar sama- sama bergandeng tangan meakukan tugas mencerdaskan dan mengadabkan ummat. Ummat kuat negara pasti kuat.

Bahwa kita adalah anak biologis dan ideologis Indonesia. Kita adalah ahli waris yang paling sah negeri ini. Darah nenek moyang pejuang mengalir bersimbah menembus setiap ruang lapisan bumi, dan tulang belulang menjadi landasan dan perekat yang paling kokoh tegaknya negeri ini. Maka patut kita mencintai negeri yang indah dan kaya raya ini dg kesadaran kemanusiaan yang utuh. Bagi setiap muslim mencintai negeri ini adalah bahagian dari panggilan iman.

Dr. Ali dalam setiap kunjungan selalu mengajak kepada ummat islam dan ummat agama manapun terimahlah Indonesia, sebuah negeri yang bagaikan patahan surga yang Allah rahmatkan kepada kita semua. Jangan ada diantara kita yang merusak negeri ini dengan cara yang bodoh dan tak beradab.

Sebagai juru bicara ummat Ali juga mengingatkan jangan pernah terjadi anak negeri menjadi pengkhianat negerinya sendiri. Maka pada penyelenggara negara, Ali menyerukan bekerjalah dengan iman ilmu dan ihsan untuk berkhidmat pada rakyat dan bangsa.

Wahai pemegang mandat rakyat, wahai penyelenggara negara, laksanakanlah tugas-tugasmu untuk mengurus negeri ini sebagai amanah. Di negeri ini ada minoritas Kristen, Katolik, Hindu dan Budha, tetapi ada 87 % ummat Islam. Berikanlah kesejahteraan sosial ekonomi, berikanlah kenyamanan politik dan tegakanlah demokrasi berdasarkan hukum yang berkeadilan tanpa memandang agama, suku dan bangsa.

Percayalah pada saatnya nanti negeri ini terus mengalir nikmat yang diberkahi Allah dengan limpahan rahmat dan kebaikan yang berlipat ganda, yang datang dari berbagai sumber, bila diurus dengan benar, perasaan dan sikap yang penuh amanah

Previous Post

UJIAN NASIONAL, UJIAN KEJUJURAN

Next Post

Surat Terbuka Untuk Presiden : Menolak Ide Sekularisme

Related Posts

BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026
Opini

Mengakhiri Demokrasi Biaya Tinggi:
Pilkada Langsung Itu Gagal: Kenapa Kita Masih Takut Balik ke DPRD?

Januari 5, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

TERPOPULER

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved