Indonesia Visioner
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
  • COMPANY PROFILE
  • SC Helper
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Menyambut Idul Fitri 1439 H (Suatu Klarifikasi akan Fitnah Teror & Radikal Dalam Islam)

by Visioner Indonesia
Juni 14, 2018
in Opini
Reading Time: 2min read
Menyambut Idul Fitri 1439 H  (Suatu Klarifikasi akan Fitnah Teror & Radikal Dalam Islam)

Oleh : Rahmad Nasir, M.Pd. (Staf Pengajar STKIP Muhammadiyah Kalabahi)

Umat Islam dengan tantangan zaman kekinian menuntutnya harus segera beradaptasi secara maksimal. Terutama terpaan isu dari lokal, nasional terlebih di dunia internasional. Isu terorisme, radikalisme dan ektrimisme terkesan dilabelkan pada Islam dan umat Islam. Menghadapi perang fitnah yang luar biasa dampaknya membuat umat Islam tidak harus berdiam diri namun harus mengambil langkah untuk terhindar dari fitnah ini.

Jika ajaran Islam yang diyakini sebagai pembawa rahmat bagi alam, lantas mengapa seolah-olah ujaran kebencian dan kekerasan itu dilekatkan pada Islam. Umat tak bisa menutup mata bahwa pelaku-pelaku tindakan kekerasan atas nama agama KTP-nya adalah Islam. Itu artinya bahwa dakwah Islam yang hakiki sebagai pembawa damai belum efektif berjalan ke tengah-tengah umat Islam. Tentu ini menjadi PR besar bagi para muballigh dan berbagai tokoh-tokoh umat yang bertebaran di berbagai bidang kehidupan untuk mengarahkan umat kepada ajaran Islam yang sesungguhnya.

Apakah disangsikan bahwa tak ada ayat-ayat yang secara jelas menerangkan tindakan kekerasan?, apakah Rasulullah SAW tidak pernah berperang demi Agama Allah? Tentu ada, namun semua memiliki basis argumentasi tersendiri, ada persyaratan tindakan kekerasan diambil?. Dalil membela diri menjadi penting saat diserang. Atau tidak memulai lebih dahulu memerangi pihak lain. Bukankah manusia harus mempertahankan diri jika hendak dianiaya atau paling tidak tidak mau dijajah dengan alasan yang tak manusiawi.

Kendati demikian, pemaknaan terhadap makna “Jihad” dalam peperangan kiranya harus diinterpretasikan lebih membumi dalam situasinya. Karena isyarat Rasul pasca perang Badar yang dalam kaca mata manusia biasa dianggap sebagai perang yang sangat besar, namun dalam kaca mata rasulullah SAW dianggap sebagai perang kecil.

Muhammad dalam sabdanya menjawab pertanyaan sahabat bahwa perang yang besar adalah perang melawan hawa nafsu dan perang melawan ego. Jihad juga bisa ditafsirkan dalam kerangka “sungguh-sungguh” atau kesungguhan berjuang dalam suatu kebaikan. Misalnya kesungguhan seseorang dalam menuntut ilmu dengan berbagai tantangan yang luar biasa. Kesungguhan seorang pemimpin menegakkan keadilan dan kebenaran di tengah godaan melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Dalam kaitannya dengan perang melawan hawa nafsu dan ego inilah sebagai satu poin penting mengapa manusia harus dilatih oleh Allah untuk berpuasa dalam sebulan penuh. Manusia benar-benar mengalami perang besar dengan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa. Manusia bukan sekedar menahan diri dari lapar haus, namun lebih dari itu menahan diri dari godaan serakah, menceriterakan aib orang, menyusahkan orang dan berbagai perilaku menyimpang lainnya.

Stigam radikal dan teroris harus dilawan dengan perilaku intergritas dari umat. Seringkali banyak hal baik yang dibuat oleh mayoritas umat Islam tak begitu dibesar-besarkan, namun karena ulah segelintir orang yang kebetulan beragama Islam membuat citra Islam rusak di mata dunia. Sorotan media begitu tajam menambah efektif sosialisasi Islam sebagai agama yang dianggap penuh kekerasan.

Untuk itulah, jika umat Islam berani mengambil sikap untuk mempraktekan segala tabiat baik di dalam bulan Ramadhan maka bukan tidak mungkin anggapan tersebut perlahan akan sirnah. Sulit untuk menemukan suatu kesimpulan bahwa penjajahan di Palestina adalah tindakan teroris dan radikal, pengusiran dan pembunuhan di Rohingyah adalah tindakan kekerasan berbasis teroris, serangan invasi Amerika Serikat di Timur Tengah adalah teoris yang sesungguhnya. Dunia seakan tak adil dalam memberikan penilaian terhadap tindakan-tindakan kekerasan yang ramai diberitakan dunia internasional.

Dalam menyambut Idul Fitri 1439 H adalah momentum melanjutkan tradisi amalan positif di bulan Ramadhan. Tradisi bersedekah kepada yang membutu

Previous Post

Pancasila Wadah Keberagaman

Next Post

OKI BAMUNAS RAIH MP BPJS AWARD

Related Posts

“Kyai Dadakan” Catatan dari Alumni HMI-NU Madura untuk “Juru Selamat” yang Tiba-Tiba Muncul
Opini

“Kyai Dadakan” Catatan dari Alumni HMI-NU Madura untuk “Juru Selamat” yang Tiba-Tiba Muncul

Agustus 31, 2026
Mengapa Mahasiswa Harus Tetap Berdemo?
Artikel

Mengapa Mahasiswa Harus Tetap Berdemo?

Agustus 22, 2026
Memutus Rantai “Manusia Kelas Dua”: Menjemput Kemerdekaan Sejati di Bulan Kemenangan
Artikel

Memutus Rantai “Manusia Kelas Dua”: Menjemput Kemerdekaan Sejati di Bulan Kemenangan

Agustus 15, 2026
Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi
Opini

Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi

April 26, 2026
BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Pertamina Patra Niaga Batalkan Rencana Wajib STNK untuk Beli BBM Subsidi

Polda Metro Sergap Pikap Mencurigakan Angkut 150 Ribu Benih Bening Lobster

Dari Panel Surya ke Pupuk Organik: Ketika Energi Terbarukan Menghidupkan Desa

Anggaran ESDM Melonjak di Era Bahlil: Komitmen Energi atau Beban Fiskal Baru?

Pertamina Tuntaskan Merger PET ke Patra Niaga, Sinergi Hilir Makin Kuat untuk Pelayanan Energi

Prabowo di Rusia, Bahlil Diberi Tugas Khusus Kawal Proyek Hilirisasi dan Energi

TERPOPULER

Pertamina Patra Niaga Batalkan Rencana Wajib STNK untuk Beli BBM Subsidi

Polda Metro Sergap Pikap Mencurigakan Angkut 150 Ribu Benih Bening Lobster

Dari Panel Surya ke Pupuk Organik: Ketika Energi Terbarukan Menghidupkan Desa

Anggaran ESDM Melonjak di Era Bahlil: Komitmen Energi atau Beban Fiskal Baru?

Pertamina Tuntaskan Merger PET ke Patra Niaga, Sinergi Hilir Makin Kuat untuk Pelayanan Energi

Prabowo di Rusia, Bahlil Diberi Tugas Khusus Kawal Proyek Hilirisasi dan Energi

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
  • COMPANY PROFILE
  • SC Helper

Indonesia Visioner - All Rights Reserved