Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Kabid PPD HMI Cabang Malang Angkat Bicara Soal Ojek online GRAB “Target Tarif Trip”

by Visioner Indonesia
Januari 15, 2019
in Peristiwa
Reading Time: 2min read
Kabid PPD HMI Cabang Malang Angkat Bicara Soal Ojek online GRAB “Target Tarif Trip”

Visioner.id, Malang – Malang Raya tahun ke tahunnya semakin memiliki potensi kependudukan yang padat, dengan adanya peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) yang masuk dari berbagai wilayah luar jawa dengan kepentingan yang berbeda, salah satu aspek pendidikan, bisnis, dan wisata.

Malang Raya sudah termasuk wilayah yang strategis dalam pemberdayaan tiga aspek tersebut. Tidak menutup kemungkinan Bahwa Ini merupakan peluang besar bagi warga Kota Malang untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja sebagai peningktatan ekonomi masyarakat.

“Begiulah yang dikemukakan oleh Ketua HMI Cabang Malang Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) Angga yang diwawancarai langsung saat hadir di Balai Kota Malang ditengah kerumungan sejumlah massa yang terhimpun dalam Ojek Online Grab“. Pada hari Selasa, (15/01/2019).

Angga yang sebagai Ketua HMI Cabang Malang Bidang PPD ini menegaskan “Kota Malang mempunyai Julukan sebagai Kota Pendidikan. Sebagaimana banyaknya perguruan tinggi yang letak geografisnya 80% Area Kota Malang, maka bisa dilihat secara kasat mata peningkatan pendatang luar jawa kebanyakan mahasiswa. Para mahasiswa/mahasiswi ini sebagian tidak memiliki kendaraan pribadi, hanya bisa memakai kendaraan Angkutan Kota dan ojek Online (Gojek, Grab) yang semakin marak“.

Lapangan pekerjaan yang semakin menurun dan kondisi ekonomi tertekan membuat masyarakat Kota Malang memilih pekerjaan yang taktis dan sederhana dalam memanfaatkan kendaraan pribadi untuk mata pencaharian sehari-hari, namun akhir-akhir ini ada beberapa problem yang belum mampu dipikirkan oleh Stakeholders (Pemangku Kepentingan) seperti Pemerintah Kota Malang beserta pemangku kepentingan Ojek Online dalam menghitung pendapatan tidak sesuai pengeluaran awal Driver menjemput penumpang. Ungkap Angga.

Kronologis ini berdasarkan keluhan para driver yang turun ikut demontstrasi depan kantor DPRD kota Malang. Keluhan tersebut disampaikan bahwa tarif Trip begitu murah sangat tidak sesuai seperti yang disampaikan diatas. Sebagaimana lokasi penjemputan sampai tujuan hampir 7 kilo meter hanya dikenakan tarif Rp. 4.000 ini sangat rendah kalau dihitung angkots biaya per/Rute.

Di tengah yakni Angga Ketua HMI Cabang Malang Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah

Angga melanjutkan, “kami sebagai organisasi kemahasiswaan ikut berpartisipatif menyampaikan kondisi pekerja Masyarakat Kota Malang. Maka Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Malang mengusung pemerintah Kota Malang untuk melakukan konferensi pers dengan Stakeholders driver ojek online guna mengatur tarif Trip ojek online dinaikkan demi kemakmuran masyarakat Kota Malang sebagai penunjang perekonomiannya“. Tambahnya. (Adt).

Previous Post

Ahan : Ajak Masyarakat Jernih dalam Menentukan Pilihan

Next Post

PEMILU SERENTAK 2019; IMF himbau Jangan Membawa Kampus Sebagai Kendaraan Politik

Related Posts

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”
Lifestyle

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Agustus 27, 2026
Polemik Hijab di Unhan Tak Perlu Berlarut, Aturan Sudah Jamin Hak Kadet
Peristiwa

Polemik Hijab di Unhan Tak Perlu Berlarut, Aturan Sudah Jamin Hak Kadet

Agustus 25, 2026
Prabowo Janji Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda Riau Jika Karhutla Tuntas
Peristiwa

Prabowo Janji Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda Riau Jika Karhutla Tuntas

Agustus 24, 2026
90 Persen Karhutla di Kalimantan Disebut Disengaja untuk Buka Lahan Sawit, Menteri LH: “Ini Kejahatan Terencana”
Daerah

90 Persen Karhutla di Kalimantan Disebut Disengaja untuk Buka Lahan Sawit, Menteri LH: “Ini Kejahatan Terencana”

Agustus 23, 2026
BNPB: Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161 Ribu Warga Mengungsi
Daerah

BNPB: Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161 Ribu Warga Mengungsi

Agustus 23, 2026
Ironis, Baru 64 Persen Tenaga Kesehatan yang Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan
Peristiwa

Ironis, Baru 64 Persen Tenaga Kesehatan yang Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Agustus 22, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Menkes Budi Siapkan Insentif Rp30 Juta untuk Atasi Krisis Dokter Gigi

Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

TERPOPULER

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Menkes Budi Siapkan Insentif Rp30 Juta untuk Atasi Krisis Dokter Gigi

Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved