Manado – Sebagai leading sektor transformasi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 yang meliputi empat sektor yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.
Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Politik Philip Gobang menyatakan, Peta Jalan Indonesia Digital salah satu tujuannya untuk menciptakan talenta digital nasional. Karena itu, ia mengajak Pengurus Pusat Pemuda Katolik untuk mengambil bagian dalam menunjang kebutuhan tersebut.
Kementerian Kominfo menyiapkan beberapa program pengembangan SDM bidang digital melalui pendidikan formal dan informal. Saya kira peluang dari ikut berpartisipasinya teman-teman Pemuda Katolik maupun organisasi kemasyarakatan lainnya ikut menunjang kebutuhan talenta digital,” ujarnya saat mewakili Menkominfo di acara Rakernas Pemuda Katolik di Manado, Jumat (27/05/2022).
Stafsus Philip Gobang menjelaskan Peta Jalan Indonesia Digital pada sektor pertama yakni infrastruktur digital. Menurutnya, pemerintah telah membangun infrastruktur TIK di tingkat tulang punggung atau backbone yang meliputi penggelaran kabel serat optik sepanjang 342.000 KM di seluruh tanah air.
“Di tingkat menengah melalui penggelaran microwave link dan pemanfaatan 9 satelit, dan di tingkat last mile melalui pembangunan Base Transceiver Station (BTS). Saat ini pemerintah juga sedang membangun satelit multifungsi yang disebut Satelit Republik Indonesia Satu, yang direncanakan akan beroperasi pada 2023 dan menghadirkan kapasitas internet sebesar 2×150 GB per detik di 150 ribu titik layanan publik pemerintahan sampai di tingkat kecamatan dan desa di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Kemudian, di sektor pemerintahan digital, Kementerian Kominfo mendukung berbagai praktik e-government melalui Satu Data Indonesia. Saat ini sedang dibangun sejumlah Pusat Data Nasional yang memungkinkan interoperabilitas dan efisiensi dalam tata kelola data.
“Untuk menunjang optimalisasi pemerintahan digital, Kementerian Kominfo terus mendorong pengembangan program smart city. Hingga 2021 terdapat 146 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang telah mengikuti program smart city atau kota cerdas dan menyelesaikan masterplan dari kota-kota cerdas di seluruh Indonesia,” paparnya.
Di sektor ekonomi digital, tercatat pertumbuhan pesat pada tahun 2021 yang didorong oleh perubahan pola konsumsi masyarakat di tengah situasi pandemi. Menurut Stafsus Menkominfo, tren positif perkembangan ekonomi digital sejalan dengan perkembangan investasi.
“Hasil studi Google pada 2021 yang lalu menunjukkan bahwa nilai investasi ekonomi digital Indonesia, sepanjang kuartal pertama 2021 sebesar 4,7 miliar US Dollar dan telah melampaui nilai tertinggi selama empat tahun terakhir. Capaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi terpopuler di Asia Tenggara,” jelasnya.
Dalam studi Google, proyeksi potensi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 akan bertumbuh mencapai 140 miliar dolar Amerika. Bahkan, diprediksi menjadi terbesar di Asia Tenggara pada tahun yang sama. Proyeksi tersebut bisa tercapai jika Indonesia mampu memanfaatkan ruang digital dan menghindari penyalahgunaan penggunaan teknologi informasi.
“Mengingat potensi ekonomi digital untuk memulihkan perekonomian Indonesia, Kementerian Kominfo telah mengembangkan berbagai program, khusus dalam pilar ekonomi digital. Program tersebut dirancang sedemikian rupa untuk mendukung berkembangnya startup digital, UMKM digital, dan pengembangan talenta-talenta digital,” tandasnya.
Kontributor : Yogi






