Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Aksi Mahasiswa Desak Bakrie Group Bayar Utang Lapindo 

by Visioner Indonesia
Januari 22, 2025
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
361
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Koalisi Mahasiswa Indonesia (KMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Bakrie Tower, Jl. Rasuna Said, Epicentrum, Karet, Kuningan, Jakarta Selatan 22/1/25.

Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap Grup Bakrie yang hingga kini belum melunasi utang sebesar Rp 2,23 triliun kepada negara.

Abraham selaku Ketua Presidium KMI menjelaskan bahwa kasus Lapindo merujuk pada bencana lumpur panas (mudflow) yang terjadi pada 29 Mei 2006 di Sidoarjo, Jawa Timur, yang disebabkan oleh aktivitas pengeboran gas yang dilakukan oleh perusahaan Lapindo Brantas, Inc. Ia menegaskan akibat dari bencana  ini, ribuan rumah terendam, tanah pertanian rusak, dan lebih dari 30.000 orang mengungsi.

Menurut Abraham perusahaan Lapindo Brantas Inc. merupakan bagian dari bisnis Bakrie Group, yang dipimpin oleh Aburizal Bakrie. Dalam perjalanan penanggulangan bencana tersebut, peran pemerintah Indonesia sangat signifikan, baik dalam membantu penanganan bencana maupun dalam memberi utang atau dukungan finansial untuk menyelesaikan kerugian besar yang ditimbulkan. Ujarnya dalam keterangan resmi.

“Pada tahun 2008, Pemerintah Indonesia mengeluarkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 2,7 triliun kepada Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya, setelah 18 tahun
berlalu Dan sampai saat ini utang tersebut belum juga dilunasi oleh Bakrie Group” Terangnya.

Abraham juga menyampaikan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga telah mengumumkan hasil audit soal masalah ini. Hasilnya total utang Lapindo Brantas dan Minarak ke pemerintah sebesar Rp 2,23 triliun. Rinciannya, jumlah itu berasal dari pokok utang sebesar Rp 773,38 miliar, bunga Rp 201 miliar, dan denda keterlambatan pengembalian Rp 1,26 triliun. Sementara itu, Lapindo Brantas baru
membayar Rp 5 miliar.

Dalam aksi unjuk rasa yang digelar Kolaisi Mahasiswa Indonesia, mereka menyampaikan beberapa tuntutan, Pertama, KMI mendesak Bakrie Group yang dipimpin oleh Aburizal Bakrie segera melunasi utang Lapindo ke Negara.

Kedua, KMI mendesak Pemerintah (Pihak yang berwenang) segera menyita aset Aburizal Bakrie karena kami menganggap Aburizal Bakrie dan Grup Perusahaannya tidak mau membayar hutang ke Negara dan melakukan gerakan boikot terhadap semua Produk Bakrie Group.

KMI Juga menyerukan agar Aburizal Bakrie ditangkap karena dinilai telah merugikan keuangan negara dan meminta Presiden RI Tegas dalam menangani kasus ini, jangan sampai ARB memanfaatkan kedekatannya dengan Presiden Prabowo untuk menghindari utang ini.

Previous Post

Diduga Selewengkan Wewenang, GCL Minta Kemendagri Copot Pj Bupati Lahat Imam Pasli

Next Post

Ulang tahun Yang Ke 78, Anggota DPRD Lebak Tika Kartika Sari Berikan Doa Terbaik Untuk Ketua Umum PDIP Megawati

Related Posts

Default

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Mei 25, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Mei 21, 2026
Default

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Mei 14, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Mei 13, 2026
Default

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Mei 7, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

April 26, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved