
Jakarta— Komite Rakyat Pemerhati Pendidikan (KRPP) yang tergabung dalam komunitas pemerhati pendidikan menyuarakan keprihatinan mendalam atas dugaan plagiarisme yang menyeret nama Prof. Edi Karno, salah satu calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO). Dugaan tersebut mengemukan setelah ditemukan adanya kemiripan substansial antara isi buku yang ditulis oleh Prof. Edi Karno dengan karya ilmiah milik pihak lain tanpa pencantuman sumber yang layak.
Menurut Koordinator Komite Rakyat Pemerhati Pendidikan (KRPP) Muhammad Ramadhan, jika dugaan ini terbukti benar, maka tindakan tersebut mencoreng integritas akademik dan menunjukkan contoh buruk bagi dunia pendidikan nasional.
“Kami sebagai rakyat sipil tidak akan tinggal diam melihat integritas akademik dirusak oleh praktik-praktik tidak etis. Plagiarisme bukan hanya soal pelanggaran hak cipta, tapi juga soal hilangnya nilai moral dan kejujuran dalam pendidikan,” ujar salah satu perwakilan komunitas pendidikan sipil dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 26/4/25.
Rakyat Sipil Pemerhati Pendidikan menyampaikan sejumlah tuntutan:
- Mendesak Universitas Halu Oleo untuk membentuk tim investigasi independen yang bekerja secara transparan, profesional, dan objektif dalam mengungkap kebenaran dugaan ini.
- Menuntut Komisi Etik Akademik UHO agar menjalankan fungsinya secara tegas dan tidak pandang bulu, serta menjatuhkan sanksi akademik apabila pelanggaran terbukti.
- Mendorong Kemendikbudristek untuk ikut mengawasi jalannya proses ini, guna memastikan tidak terjadi pembiaran terhadap praktik akademik yang menyimpang.
- Menolak pencalonan Prof. Edi Karno sebagai Rektor UHO jika terbukti melakukan plagiarisme, sebab tindakan demikian bertentangan dengan nilai-nilai kepemimpinan akademik yang seharusnya menjadi panutan.
Pemerhati pendidikan menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk ikut mengawasi proses seleksi pimpinan perguruan tinggi, agar kampus tidak dikuasai oleh kepentingan pragmatis yang merusak marwah keilmuan.
“Pemimpin kampus bukan hanya harus pintar, tapi juga bersih dan berintegritas. Kami tidak ingin masa depan pendidikan kita dipimpin oleh mereka yang mengabaikan etika ilmiah,” tegasnya.
Ia juga menegaskan akan melakukan aksi demonstrasi dan presure issu di kementerianKemendikbudristek dalam beberapa waktu akan datang untuk mengawal hal tersebut.
“Tentu kami akan kawal sampai ke Kemendikbudristek”, tutupnya.





