Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Defisit Gas Nasional: Ketimpangan Ekspor dan Ancaman Energi Domestik

by Visioner Indonesia
Mei 2, 2025
in BUMN
Reading Time: 2min read
Gas

Jakarta (Visioner) – Indonesia terancam mengalami defisit gas bumi hingga tahun 2035. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mencatat potensi kekurangan sebesar 513 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), terutama di wilayah Sumatera dan Jawa. Produksi gas menurun dari lapangan tua, sementara eksplorasi baru berjalan lambat.

Kondisi ini sudah mulai terasa sejak awal 2025, dengan kekurangan pasokan sebesar 177 MMSCFD dari Sumatera Selatan hingga Jawa Barat. PGN menyebutkan bahwa sebagian besar ladang gas konvensional memasuki fase penurunan produksi alami. “Masalah ini sudah lama terdeteksi, tapi tidak ditangani secara progresif,” kata Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara, Jumat, (2/5)

Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan komitmennya untuk mempercepat investasi sektor migas. “Kita akan percepat izin eksplorasi dan berikan kemudahan investasi,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (1/5). Namun, data PGN menunjukkan hanya 20 persen dari pengajuan izin lapangan baru yang berhasil diproses sejak 2023.

Sementara itu, Indonesia masih mengekspor sekitar 60 persen produksi Liquefied Natural Gas (LNG) ke Jepang dan Korea Selatan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tren ini berlanjut meski pasokan domestik menipis. “Dominasi ekspor ini jelas mengorbankan kepentingan nasional,” tegas Romadhon.

Defisit gas berdampak langsung pada sektor strategis. Industri pupuk, keramik, dan pembangkit listrik gas mulai mengurangi kapasitas produksi. Menurut BPS Input-Output 2020, kenaikan harga pupuk bisa mencapai 10 persen, yang berdampak pada biaya produksi petani dan harga pangan.

Di tingkat rumah tangga, kenaikan harga gas mendorong peralihan ke LPG tabung yang lebih mahal. Inflasi bahan pokok diperkirakan meningkat 2–3 persen. “Jika harga energi tidak dijaga, maka daya beli masyarakat semakin tergerus,” kata ekonom Celios, Bhima Yudhistira.

Romadhon menilai pemerintah perlu mengalihkan sebagian ekspor LNG untuk kebutuhan domestik, khususnya untuk industri pangan dan PLN. “Gas bukan sekadar komoditas dagang, tapi penopang kehidupan masyarakat,” katanya.

Namun, opsi impor gas dinilai tidak efisien. Selain harga tinggi di pasar global, pengurangan pasokan dari Rusia dan Qatar mempersempit ruang impor. Kementerian Keuangan memperkirakan biaya subsidi gas impor bisa mencapai Rp20 triliun per tahun.

Kebijakan energi nasional juga terancam gagal mencapai target. Dalam RPJMN 2020–2024, gas ditargetkan menyumbang 23 persen dari bauran energi nasional. Jika pasokan terbatas, PLN memperkirakan kenaikan tarif listrik hingga 7 persen, menambah beban masyarakat.

“Pemerintah harus realistis. Reformasi perizinan, pembatasan ekspor, dan penguatan eksplorasi gas adalah langkah minimal untuk melindungi rakyat,” tutup Romadhon.

Previous Post

JAN Apresiasi Polda Banten atas Tindakan Tegas Terhadap Oknum SPBU di Kota Serang

Next Post

Listrik Bali Pulih Cepat, Masyarakat Apresiasi Respon PLN

Related Posts

Pertamina Hadir di Tengah Duka Flores: Bantuan Logistik dan Trauma Healing untuk Korban Gempa
BUMN

Pertamina Hadir di Tengah Duka Flores: Bantuan Logistik dan Trauma Healing untuk Korban Gempa

Agustus 22, 2026
Aset BUMN Idle Rp50 Triliun per Tahun, Pemerintah Buka Kolaborasi Swasta: Ini Daftar Proyek Prioritas
BUMN

Aset BUMN Idle Rp50 Triliun per Tahun, Pemerintah Buka Kolaborasi Swasta: Ini Daftar Proyek Prioritas

Agustus 22, 2026
Pemerintah Wajib Batasi BBM Orang Kaya, Tahun Depan Jadi Prioritas
BUMN

Pemerintah Wajib Batasi BBM Orang Kaya, Tahun Depan Jadi Prioritas

Agustus 22, 2026
“Prabowo: Swasta Boleh Kelola Aset BUMN, Tapi Siapa yang Awasi?”
BUMN

“Prabowo: Swasta Boleh Kelola Aset BUMN, Tapi Siapa yang Awasi?”

Agustus 22, 2026
Ubah Sampah Jadi Rupiah, Program PLN EPI Raup Cuan Hingga Rp1,5 Juta Per Bulan
BUMN

Ubah Sampah Jadi Rupiah, Program PLN EPI Raup Cuan Hingga Rp1,5 Juta Per Bulan

Agustus 22, 2026
Aset BUMN Banyak yang Nganggur, Pemerintah Libatkan Swasta untuk Optimalisasi
BUMN

Aset BUMN Banyak yang Nganggur, Pemerintah Libatkan Swasta untuk Optimalisasi

Agustus 22, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

TERPOPULER

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved