Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Defisit Gas Nasional: Ketimpangan Ekspor dan Ancaman Energi Domestik

by Visioner Indonesia
Mei 2, 2025
in BUMN
Reading Time: 2min read
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Gas

Jakarta (Visioner) – Indonesia terancam mengalami defisit gas bumi hingga tahun 2035. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mencatat potensi kekurangan sebesar 513 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), terutama di wilayah Sumatera dan Jawa. Produksi gas menurun dari lapangan tua, sementara eksplorasi baru berjalan lambat.

Kondisi ini sudah mulai terasa sejak awal 2025, dengan kekurangan pasokan sebesar 177 MMSCFD dari Sumatera Selatan hingga Jawa Barat. PGN menyebutkan bahwa sebagian besar ladang gas konvensional memasuki fase penurunan produksi alami. “Masalah ini sudah lama terdeteksi, tapi tidak ditangani secara progresif,” kata Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara, Jumat, (2/5)

Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan komitmennya untuk mempercepat investasi sektor migas. “Kita akan percepat izin eksplorasi dan berikan kemudahan investasi,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (1/5). Namun, data PGN menunjukkan hanya 20 persen dari pengajuan izin lapangan baru yang berhasil diproses sejak 2023.

Sementara itu, Indonesia masih mengekspor sekitar 60 persen produksi Liquefied Natural Gas (LNG) ke Jepang dan Korea Selatan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tren ini berlanjut meski pasokan domestik menipis. “Dominasi ekspor ini jelas mengorbankan kepentingan nasional,” tegas Romadhon.

Defisit gas berdampak langsung pada sektor strategis. Industri pupuk, keramik, dan pembangkit listrik gas mulai mengurangi kapasitas produksi. Menurut BPS Input-Output 2020, kenaikan harga pupuk bisa mencapai 10 persen, yang berdampak pada biaya produksi petani dan harga pangan.

Di tingkat rumah tangga, kenaikan harga gas mendorong peralihan ke LPG tabung yang lebih mahal. Inflasi bahan pokok diperkirakan meningkat 2–3 persen. “Jika harga energi tidak dijaga, maka daya beli masyarakat semakin tergerus,” kata ekonom Celios, Bhima Yudhistira.

Romadhon menilai pemerintah perlu mengalihkan sebagian ekspor LNG untuk kebutuhan domestik, khususnya untuk industri pangan dan PLN. “Gas bukan sekadar komoditas dagang, tapi penopang kehidupan masyarakat,” katanya.

Namun, opsi impor gas dinilai tidak efisien. Selain harga tinggi di pasar global, pengurangan pasokan dari Rusia dan Qatar mempersempit ruang impor. Kementerian Keuangan memperkirakan biaya subsidi gas impor bisa mencapai Rp20 triliun per tahun.

Kebijakan energi nasional juga terancam gagal mencapai target. Dalam RPJMN 2020–2024, gas ditargetkan menyumbang 23 persen dari bauran energi nasional. Jika pasokan terbatas, PLN memperkirakan kenaikan tarif listrik hingga 7 persen, menambah beban masyarakat.

“Pemerintah harus realistis. Reformasi perizinan, pembatasan ekspor, dan penguatan eksplorasi gas adalah langkah minimal untuk melindungi rakyat,” tutup Romadhon.

Previous Post

JAN Apresiasi Polda Banten atas Tindakan Tegas Terhadap Oknum SPBU di Kota Serang

Next Post

Listrik Bali Pulih Cepat, Masyarakat Apresiasi Respon PLN

Related Posts

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M
BUMN

1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M

April 27, 2026
Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab
BUMN

Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab

April 24, 2026
Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta
BUMN

Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta

April 24, 2026
BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif
BUMN

BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

TERPOPULER

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved