
VISIONER |Jakarta, 30 Juli 2025 — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa (AMPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Aksi ini merupakan lanjutan dari kampanye antikorupsi bertajuk “Seruan Aksi Jilid III”, yang secara khusus menyoroti dugaan praktik korupsi dan proyek fiktif yang menyeret nama Aries A. Paewai, pejabat struktural di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian oleh perwakilan mahasiswa, mereka mendesak KPK agar tidak abai terhadap indikasi kuat keterlibatan Aries A. Paewai dalam serangkaian proyek pengadaan yang disinyalir fiktif, serta penyalahgunaan kewenangan yang menyebabkan kerugian negara dan mencederai sektor pendidikan.
Koordinator aksi, Faris, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa aksi ini lahir dari keprihatinan atas memburuknya integritas birokrasi di sektor pendidikan. Menurutnya, sosok Aries A. Paewai harus segera ditindak karena telah menjadi simbol pembiaran terhadap praktik-praktik penyimpangan anggaran.
“Kami menuntut lima hal. Pertama, BKN harus segera memberhentikan Aries A. Paewai dari jabatannya. Kedua, KPK harus turun tangan menyelidiki dugaan korupsi proyek fiktif yang dia kendalikan. Ketiga, kami minta KPK segera panggil dan periksa yang Aries A Paewai. Keempat, Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah, tidak boleh tinggal diam. Dan terakhir, Kemendikbud serta Inspektorat Jenderal harus melakukan audit investigatif menyeluruh,” tegas Faris di hadapan massa.

Para mahasiswa juga membawa berbagai poster dengan tulisan seperti “Darurat Korupsi Pendidikan!”, “Copot Aries A. Paewai!”, serta spanduk besar bertuliskan: “KPK Harus Panggil & Periksa Aries A. Paewai Dugaan Korupsi Disdik Jatim.”
hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun KPK terkait perkembangan laporan masyarakat soal kasus ini. Hal itu memicu gelombang keresahan yang menurut para mahasiswa tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Kami khawatir, jika tidak segera ditindak, akan ada upaya sistematis untuk menutup-nutupi kasus ini. Pendidikan adalah sektor strategis, dan bila korupsi dibiarkan di dalamnya, yang menjadi korban adalah generasi penerus bangsa,” lanjut Faris.
Meski aksi berlangsung tertib dan damai, para peserta menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sampai ada langkah konkret dari KPK. Mereka juga berencana melakukan pelaporan resmi secara kolektif ke KPK dan Ombudsman RI.
“Hari ini kami sepakat, Kami akan terus bergerak, mengawal, dan menuntut keadilan atas kasus tersebut. Tidak ada tempat bagi pelaku korupsi, apalagi di sektor pendidikan,” tutup Faris dalam orasi penutup.
Catatan Redaksi: Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Aries A. Paewai maupun instansi terkait atas tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
