
Jakarta – PT Pertamina (Persero) berminat bergabung pada proyek kilang modular dengan kapasitas 1 juta barel yang tengah dikaji Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan kehadiran kilang modular menjadi krusial di sejumlah wilayah yang memiliki kebutuhan energi tinggi.
Menurut Simon, kilang modular yang tersebar di sejumlah wilayah dapat menekan ongkos pengolahan minyak menjadi lebih efisien.
“Itu juga kita masih sama-sama monitor perkembangannya seperti apa, yang pasti kita juga ingin berpartisipasi,” kata Simon kepada awak media di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Selain itu, Simon menambahkan, keberadaan kilang modular bakal ikut menekan ongkos pengangkutan atau logistik bahan bakar minyak (BBM) nantinya.
Hasil pengolahan dari kilang itu bisa lebih efisien dan tentunya harganya lebih murah ya. Karena jika produksi di tempat itu kita tidak perlu transportation cost,” kata Simon.
Proyek yang dikabarkan akan melibatkan KBR Inc. (sebelumnya Kellogg Brown & Root) tersebut digagas usai Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi mengkaji kebutuhan BBM dan produk turunannya di Indonesia.
Dalam kajian itu, Satgas Hilirisasi merekomendasikan agar Indonesia membangun kilang baru untuk mencukupi kebutuhan BBM di Tanah Air. Apalagi, kilang eksisting di Indonesia baru bisa memasok sekitar 30%—40% dari total kebutuhan BBM Indonesia.
Adapun, rencana investasi kilang modular itu sebelumnya dikabarkan menjadi bagian dari isi perundingan tarif dagang dengan Amerika Serikat (AS).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi kesepakatan negosiasi tarif dengan AS, termasuk pembangunan 17 kilang modular, mulai dilakukan tahun ini.
“Nanti kita akan bahas sesudah perjanjian itu ditandatangani. Ditargetkan seperti itu [realisasi tahun ini],” kata Airlangga kepada awak media, di CEO Insight 2025, Selasa (4/11/2025).
Untuk proyek kilang, investasinya ditaksir mencapai Rp160 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 44.000 orang.
Sementara itu, proyek tanki penyimpanan minyak ditaksir mencapai Rp72 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 6.960 orang.
Menurut paparan Satgas, kedua proyek tersebut—baik kilang maupun storage — disebar ke 18 lokasi di Indonesia.
Lokasi-lokasi tersebut a.l. Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung (Bali), Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, dan Fakfak.





