Jakarta – Kabar baik datang dari sektor energi nasional. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menguji coba tabung Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg bersubsidi . Langkah ini menjadi angin segar bagi rumah tangga dan upaya mengurangi ketergantungan impor energi.
PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan kesiapannya mendukung penuh program ini. Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menegaskan bahwa perusahaan siap menyediakan infrastruktur distribusi CNG apabila mendapat penugasan dari pemerintah . “Jadi, prinsipnya nanti bilamana kami diminta untuk andil, turut serta, kami akan siap mendukung,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Kompresor Gas Distrik Tegalgede, Cikarang Selatan, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026) .
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menyambut baik kesiapan Pertagas. “Ini kabar baik bagi rumah tangga dan ketahanan energi nasional. CNG sebagai alternatif LPG 3 kg menunjukkan komitmen pemerintah dan BUMN dalam menekan impor energi sekaligus menjaga stabilitas harga di masyarakat,” ujar Romadhon di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Salah satu keunggulan CNG adalah infrastruktur yang sudah tersedia. Pertagas memiliki jaringan pipa gas yang terhubung dari Sumatera bagian tengah hingga Jawa Timur sebagai tulang punggung (backbone) transmisi gas nasional . Dengan infrastruktur yang matang, proses distribusi CNG diharapkan lebih cepat dan efisien.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa sekitar 15 unit prototipe tabung CNG 3 kg akan diuji di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) pada Juli 2026 . Pengujian mencakup uji tekanan dan keamanan katup untuk memastikan standar keselamatan sebelum diproduksi massal .
Romadhon menambahkan bahwa CNG bukanlah teknologi baru. Saat ini, tabung CNG berkapasitas 12 kg dan 50 kg telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, kafe, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) . “Yang membedakan, kini pemerintah memperluas pemanfaatannya ke rumah tangga. Ini langkah strategis yang patut diapresiasi,” ujar Romadhon.
Pemerintah berencana menyamakan harga jual CNG dengan LPG subsidi 3 kg agar masyarakat tidak terbebani biaya tambahan. Simulasi menunjukkan penggunaan CNG berpotensi menurunkan beban subsidi tabung gas hingga sekitar 30 persen . Distribusi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa yang memiliki jaringan pipa gas memadai .
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan produksi tabung CNG dapat dimulai pada Juli 2026 jika uji coba tahap ketiga selesai sesuai rencana . “Itu bisa menahan peledakan dan kebakaran sampai 1.000 cc. Mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa produksi,” ujar Bahlil dalam Energy Forum di Jakarta.
“Program ini menunjukkan bahwa Indonesia serius mengurangi ketergantungan pada LPG impor dan memanfaatkan kekayaan gas bumi dalam negeri. Gagas Nusantara akan terus mengawal agar transisi ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Mari kita dukung langkah strategis ini demi kemandirian energi bangsa,” pungkas Romadhon Jasn.






