Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Dijahit selama 3 Bulan, Bendera Merah Putih 600 Meter Membelah Kaki Gunung Arjuno

by Visioner Indonesia
Agustus 2, 2026
in Lifestyle, Peristiwa
Reading Time: 2min read
Dijahit selama 3 Bulan, Bendera Merah Putih 600 Meter Membelah Kaki Gunung Arjuno
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, 2 Agustus 2026 – Sebuah bendera Merah Putih berukuran 600 meter membentang di kaki Gunung Arjuno, tepatnya di jalur pendakian Mbah Jegot, Pasuruan, Jawa Timur, menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bendera raksasa yang terdiri dari 3.000 lembar kain hasil jahitan masyarakat ini menjadi pemandangan spektakuler yang menarik perhatian para pendaki dan pengunjung.

Proses pembuatan bendera sepanjang 600 meter dan lebar 1,5 meter ini memakan waktu hingga tiga bulan melibatkan puluhan warga Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Mereka bergotong royong menjahit potongan-potongan kain merah dan putih menjadi satu kesatuan. “Butuh 3.000-an lembar kain yang masing-masing berukuran 1,5 x 1,5 meter. Semua murni hasil jahitan tangan dan mesin warga desa,” ujar Koordinator Panitia HUT RI Desa Wonokitri, Surono, kepada wartawan di lokasi.

Pemasangan bendera yang membentang di atas lahan seluas 1.000 meter persegi ini bahkan telah dimulai 14 hari sebelum perayaan 17 Agustus dengan melibatkan sekitar 50 orang setiap harinya dari unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat. “Mereka bergotong royong dan bekerja hampir setiap hari walaupun medannya sangat berat,” imbuh Surono.

Ide pemasangan bendera ini berasal dari kepala desa, tokoh masyarakat, dan perangkat desa di lereng Gunung Arjuno sebagai bentuk ekspresi kemerdekaan dan “rasa syukur kepada Tuhan YME.” Kain-kain merah putih dijahit dari karung goni yang ditenun, kemudian disatukan dengan mesin jahit. Pengrajin membuat kain merah dan putih dari karung goni yang kemudian ditenun. Kain lalu dijahit dan diwarnai dengan cat agar terlihat jelas. “Kami membuat bendera merah putih sepanjang 600 meter karena kondisi alam yang berbukit dan medan yang tidak datar, sehingga penduduk desa dan pemuda berinisiatif membuat bendera yang bisa dinikmati dari dataran tinggi,” jelas Surono.

Bendera yang dikerjakan dengan total sumber daya mencapai Rp550 juta ini didanai oleh masyarakat dan para dermawan. Di sepanjang sisi kiri dan kanan jalur telah dipasangi lebih dari 1.000 bendera kecil dan umbul-umbul. Bendera raksasa tersebut terhampar di lahan pegunungan dari Dusun Ketapang, Desa Wonokitri, hingga Dusun Mbah Jegot di Kecamatan Puspo.

Kepala Resort (Kapolres) Pasuruan AKBP Rilo Pambudi menyebutkan jumlah pengunjung mulai meningkat sejak Jumat (31/7). Untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung, Polres Pasuruan bekerja sama dengan pihak TNI dan Pemerintah Desa Wonokitri melakukan penjagaan hingga jam 17.00 WIB. “Kami juga mengimbau kepada pengunjung agar membawa perlengkapan yang cukup karena suhu di lokasi bisa mencapai 10 derajat Celcius dan terdapat angin yang cukup kencang,” tambahnya.

Video pemasangan bendera raksasa ini viral di media sosial, dengan banyak warganet memuji semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat. Beberapa warganet juga mengaitkannya dengan semangat nasionalisme di tengah berbagai isu politik yang sedang memanas menjelang Agustus. Sebuah unggahan di akun @pagihits bahkan menuliskan, “Masyarakat yang nasionalis tidak peduli dengan isu politik. Agustus tetap Agustus, bendera tetap naik di Gunung Arjuno.”


Previous Post

MENJAGA HUTAN, MENGHIDUPKAN DESA: Gerakan “Hutan Asuh” Girijaya Menyulap Camping Ground Menjadi Laboratorium Konservasi

Next Post

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Related Posts

MENJAGA HUTAN, MENGHIDUPKAN DESA: Gerakan “Hutan Asuh” Girijaya Menyulap Camping Ground Menjadi Laboratorium Konservasi
Daerah

MENJAGA HUTAN, MENGHIDUPKAN DESA: Gerakan “Hutan Asuh” Girijaya Menyulap Camping Ground Menjadi Laboratorium Konservasi

Agustus 2, 2026
BGN Suspend SPPG Karangturi Usai 707 Orang Diduga Keracunan MBG
Lifestyle

BGN Suspend SPPG Karangturi Usai 707 Orang Diduga Keracunan MBG

Agustus 2, 2026
Sudaryono Minta Maaf kepada Korban Keracunan MBG, Janji Tanggung Biaya Pengobatan
Lifestyle

Sudaryono Minta Maaf kepada Korban Keracunan MBG, Janji Tanggung Biaya Pengobatan

Agustus 2, 2026
Investasi Rp1 Triliun, Kawasan Peternakan Ciangir Mulai Dibangun Akhir 2026
Lifestyle

Investasi Rp1 Triliun, Kawasan Peternakan Ciangir Mulai Dibangun Akhir 2026

Agustus 1, 2026
Koalisi Keberlanjutan Media Dibentuk, 20 Organisasi Satukan Langkah Selamatkan Jurnalisme
Lifestyle

Koalisi Keberlanjutan Media Dibentuk, 20 Organisasi Satukan Langkah Selamatkan Jurnalisme

Agustus 1, 2026
MoU RI-Albania, Menteri P2MI Bawa PMI Terampil ke Albania, Eropa Jadi Pasar Baru
Ekonomi

MoU RI-Albania, Menteri P2MI Bawa PMI Terampil ke Albania, Eropa Jadi Pasar Baru

Juli 31, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Dijahit selama 3 Bulan, Bendera Merah Putih 600 Meter Membelah Kaki Gunung Arjuno

MENJAGA HUTAN, MENGHIDUPKAN DESA: Gerakan “Hutan Asuh” Girijaya Menyulap Camping Ground Menjadi Laboratorium Konservasi

KPPU Dalami Kasus Dugaan Monopoli hingga Predatory Pricing oleh TikTok

Feri Amsari Sebut Kabinet Bayangan Akan Lakukan Checks and Balances terhadap Kinerja Pemerintah

Mahfud MD: Kritik URI, Soroti Kasus Hukum, dan Seruan Keadilan

TERPOPULER

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Dijahit selama 3 Bulan, Bendera Merah Putih 600 Meter Membelah Kaki Gunung Arjuno

MENJAGA HUTAN, MENGHIDUPKAN DESA: Gerakan “Hutan Asuh” Girijaya Menyulap Camping Ground Menjadi Laboratorium Konservasi

KPPU Dalami Kasus Dugaan Monopoli hingga Predatory Pricing oleh TikTok

Feri Amsari Sebut Kabinet Bayangan Akan Lakukan Checks and Balances terhadap Kinerja Pemerintah

Mahfud MD: Kritik URI, Soroti Kasus Hukum, dan Seruan Keadilan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved