Jakarta, 7 Agustus 2026 – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa sebanyak 652 perusahaan pelat merah akan dipangkas dalam proses transformasi besar-besaran. Hal ini sesuai target akhir yang menyisakan hanya 250 BUMN saja .
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan struktur BUMN yang lebih ramping, efektif, dan efisien. Hingga saat ini, proses tersebut telah berhasil menata 274 entitas .
🔄 Target & Mekanisme Pemangkasan
Dony menyebut total entitas yang akan “dihilangkan” adalah 652 perusahaan agar jumlah BUMN menyusut drastis . Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari arahan Presiden Prabowo untuk merampingkan BUMN dari sekitar 1.000 menjadi hanya 200-250 entitas .
Adapun mekanisme yang dilakukan mencakup divestasi, konsolidasi (merger), hingga penutupan perusahaan yang dinilai tidak sehat, terlalu kecil, atau terus merugi .
Contohnya, PT Telkom akan memangkas 34 anak usaha, IFG menyusun 12 entitas bisnis, dan Pupuk Indonesia memangkas 42 entitas .
💰 Dampak & Jaminan Ketenagakerjaan
Meskipun banyak perusahaan “hilang”, Dony Oskaria menegaskan tidak akan ada PHK massal. Karyawan dirotasi atau dialihkan ke hasil konsolidasi. “Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,” ujarnya, seraya menyebut efisiensi mencapai Rp 50 triliun dibanding biaya tenaga kerja yang hanya Rp 2-3 triliun .






