Duel Dua Ekonom di Bursa BI: Chatib Basri vs Muliaman Hadad, Siapa yang Tepat?

Jakarta, 7 Agustus 2026 – Nama pengganti Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah mundurnya Perry Warjiyo mulai mengerucut ke dua kandidat kuat: ekonom senior Muhamad Chatib Basri dan mantan Deputi Gubernur BI Muliaman Darmansyah Hadad. Keduanya sama-sama mentereng, tetapi punya keunggulan yang berbeda.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memutuskan nama calon Gubernur BI pada pekan ini dan akan diajukan ke DPR untuk uji kelayakan . Saat ini, jabatan Gubernur BI sementara dipegang oleh Destry Damayanti.

Dua Kandidat dengan Rekam Jejak Istimewa

Muliaman D. Hadad: “Orang Dalam” BI dan OJK
Jejak karir Muliaman sangat melekat dengan sektor keuangan. Ia menghabiskan karier panjang di Bank Indonesia (1986-2012) hingga menjadi Deputi Gubernur BI selama dua periode. Puncaknya, ia menjadi Ketua Dewan Komisioner pertama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, ia dipercaya memimpin Danantara. Pengalaman ini dinilai sangat sesuai untuk kebutuhan BI karena menguasai kebijakan moneter dan sektor keuangan

Chatib Basri: “Orang Luar” dengan Jaringan Internasional
Chatib Basri adalah ekonom UI yang lebih banyak berkutat di kebijakan fiskal. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan (2013-2014) dan Kepala BKPM. Saat ini, ia menjadi Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan memiliki jaringan global sebagai Co-Chair Pandemic Fund di Bank Dunia. Berbeda dengan Muliaman, pengalaman Chatib lebih dominan di sektor fiskal dan investasi.

Siapa yang Lebih Berpeluang?

  • Ekonom FEB UI Telisa Aulia Falianty menilai Muliaman lebih unggul. Menurutnya, kemampuan khusus bidang moneter sangat krusial, dan Muliaman punya rekam jejak yang sesuai di sektor itu.
  • Celios menyatakan kandidat dari internal BI lebih ideal karena paham dinamika bank sentral, asalkan bukan Thomas Djiwandono.
  • Meski Chatib punya kapasitas sebagai akademisi dan pengalaman di fiskal, pengalaman Muliaman dianggap lebih relevan untuk memimpin BI .

Intinya: Bursa ini menghadirkan dua tipikal: Muliaman Hadad sebagai figur yang memahami “dapur” moneter dan sektor keuangan, dan Chatib Basri sebagai ekonom dengan pengalaman fiskal serta jaringan internasional. Keputusan akhir ada di tangan Prabowo, yang akan menentukan arah kebijakan bank sentral ke depan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru