Jakarta, 7 Agustus 2026 – Untuk pertama kalinya, lebih dari 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diundang ke Istana Kepresidenan untuk memamerkan langsung hasil riset dan inovasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Agenda yang berlangsung di halaman tengah Istana, Kamis (6/8/2026), ini menjadi momen bersejarah sekaligus bukti komitmen pemerintah menjadikan riset sebagai fondasi kemandirian bangsa .
“Saya merasa terhormat karena para peneliti diundang ke Istana untuk berdialog dengan Bapak Presiden,” ujar Kepala BRIN Arif Satria. Ia menyebut pertemuan ini merupakan kelanjutan dari berbagai pemaparan sebelumnya, namun kali ini BRIN diminta membawa produk inovasi yang telah dihasilkan maupun yang masih dalam proses pengembangan .
12 Klaster Riset dan 200 Inovasi
BRIN memamerkan sekitar 150–200 produk inovasi dari 12 klaster riset strategis, mencakup bidang pangan, energi, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, hingga inovasi yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kampung nelayan .
Di sektor pangan, BRIN memamerkan varietas padi biosalin yang dapat ditanam di lahan berkadar garam tinggi. Kepala BRIN menyebut inovasi ini diharapkan mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah pesisir dan akan dikolaborasikan dengan Kementerian Pertanian untuk mempercepat produksi benih .
Teknologi ANG Pengganti LPG
Salah satu inovasi andalan adalah teknologi Absorbed Natural Gas (ANG), yang dinilai berpotensi menjadi alternatif pengganti LPG dan membantu menghemat devisa negara. Arif menjelaskan, ANG dapat digunakan dengan tekanan di bawah 30 bar, sehingga memungkinkan menjadi solusi revolusi energi di Indonesia .
“Kalau ANG bisa digunakan dengan tekanan kurang dari 30 bar, maka itu bisa menjadi pengganti LPG. Ini salah satu andalan kita yang bisa memberikan solusi untuk bidang energi,” ujarnya .
Jaringan Riset hingga Reaktor Nuklir
BRIN juga melaporkan pembangunan jaringan fasilitas riset strategis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Di dalam jaringan tersebut terdapat reaktor nuklir, observatorium terbesar di Asia Tenggara, stasiun bumi satelit, laboratorium genomik terbaik di Asia Tenggara, hingga pusat komputasi berkinerja tinggi yang masuk Top 500 dunia .
“Infrastruktur inilah yang menjadi fondasi agar Indonesia tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi mampu mengembangkan teknologinya sendiri,” kata Arif .
Riset Nuklir dan Mikrofon Dimatikan
Dalam penjelajahannya, Prabowo menyempatkan diri berdialog di booth teknologi nuklir. Peneliti BRIN Syaiful Bakhri memaparkan potensi uranium Indonesia mencapai 89.000 ton dan thorium 143.000 ton. Ia juga menyebut BRIN telah mampu memurnikan uranium hingga 60 persen. Namun, ketika hendak menjelaskan lebih lanjut, Prabowo mengangkat tangan dan meminta mikrofon dimatikan—momen yang menjadi sorotan publik .
Arahan Presiden: Kedaulatan Energi hingga Pesawat Amfibi
Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pengembangan teknologi di bidang energi. BRIN diminta mengkaji secara holistik kebijakan energi nasional, termasuk implementasi B60, B100, dan bioetanol E30 . Selain itu, Prabowo juga mencermati pengembangan pesawat N219 dan pesawat amfibi yang diharapkan meningkatkan konektivitas antarpulau tanpa landasan pacu .
Seskab Teddy Indra Wijaya menyebut momen ini sebagai langkah awal Indonesia menunjukkan kapasitas nyata menjawab kebutuhan strategis bangsa secara mandiri . BRIN juga menyusun peta jalan riset nasional hingga 2045 agar pengembangan ilmu pengetahuan terintegrasi dan tidak berjalan dalam silo-silo kelembagaan .






