Jakarta, 6 Agustus 2026 – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Aceh pada Kamis (6/8) untuk meninjau langsung perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang yang melanda provinsi tersebut delapan bulan lalu . Kedatangan orang nomor dua di Indonesia ini disambut oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan langsung menuju sejumlah titik infrastruktur vital yang rusak .
Lokasi pertama yang ditinjau adalah pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, sebuah infrastruktur krusial yang menjadi akses utama mobilitas warga . Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melaporkan bahwa progres pembangunan jembatan permanen ini telah mencapai 80,5 persen dan ditargetkan rampung serta dapat difungsikan pada akhir tahun 2026 .
Di lokasi tersebut, Gibran tidak hanya mendengarkan paparan teknis, tetapi juga secara khusus menyempatkan diri berdialog dengan warga terdampak. Ia memastikan bahwa masyarakat akan mendapatkan bantuan dan menenangkan mereka yang masih diliputi kesulitan akibat bencana . “Nanti dapat bantuan ya, Bu, semuanya. Sabar ya, Bu. Kami hari ini fokus ke jembatan dulu biar bisa dilewati dan normalisasi semuanya,” ujar Gibran kepada warga .
Usai meninjau Jembatan Krueng Tingkeum, Gibran melanjutkan kunjungan ke SDN 7 Jangka, yang juga terdampak banjir . Di sekolah tersebut, ia melihat langsung kondisi revitalisasi pascabencana dan meminta bantuan yang diperlukan untuk mendukung proses perbaikan . Gibran juga menyerahkan buku tulis dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak di lokasi sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan di masa pemulihan .
RKIH Muda mengapresiasi langkah Gibran yang secara langsung memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Ketua RKIH Muda, Romadhon Jasn, menilai bahwa kunjungan ini merupakan bukti nyata kepemimpinan yang responsif dan tidak sekadar mendengar laporan dari balik meja. “Dengan hadir di tengah masyarakat, Gibran menunjukkan komitmen untuk mendengar langsung aspirasi dan memastikan kebijakan pemerintah menjawab kebutuhan warga yang paling mendesak,” katanya, kepada wartawan, Kamis (6/8/).
Kunjungan ini juga menegaskan bahwa di tengah hiruk-pikuk isu politik, Gibran tetap konsisten menjalankan tugas utamanya. Fokus pada penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur di Aceh adalah bagian dari upaya nyata pemerintah untuk hadir di saat rakyat membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang terdampak musibah.
Romadhon menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum yang mencapai progres signifikan adalah harapan baru bagi masyarakat Bireuen. Akses yang kembali normal akan mempercepat distribusi logistik dan memulihkan kegiatan ekonomi warga. Gibran juga menekankan pentingnya gotong royong antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyelesaikan persoalan ini .
RKIH Muda mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus bergerak cepat dan memastikan seluruh program pemulihan berjalan tepat sasaran. Kehadiran pemimpin di lapangan, seperti yang dilakukan Gibran, adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan bahwa pembangunan pascabencana benar-benar berdampak bagi kesejahteraan rakyat.






